WASHINGTON D.C-KEMPALAN: AS telah memberikan pandangannya mengenai rencana Israel yang akan membangun 1300 rumah di West Bank. Secara tegas, untuk pertama kalinya, AS menentang tindakan Israel dengan alasan bahwa tindakan tersebut dapat merusak perdamaian serta solusi yang baik dalam permasalahan Israel-Palestina.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Ned Price mengatakan bahwa pihak AS sangat tegas menolak tindakan Israel untuk membangun banyak perumahan di West Bank. Ned Price juga memberikan kritik bahwa tindakan tersebut masih berada di teritori Palestina.
“Kami sangat menyayangkan mengenai rencana pemerintahan Israel yang akan membangun banyak perumahan di West Bank. Sebagai tambahan, kami sangat menyesali mengenai publikasi tender yang akan membangun 1300 rumah di West Bank. Kami secara tegas mengoposisi tindakan ekspansi oleh Israel karena tindakan tersebut sangat tidak konsisten dengan upaya menurunkan tensi dan untuk menjaga perdamaian” ucap Ned Price.
Ketika dipertanyakan mengenai apakah AS akan memberikan tindakan kepada Israel seperti misalnya sanksi dan sejenisnya, Ned Prince selaku juru bicara Kementerian Luar Negeri enggan untuk memberikan jawaban yang jelas.
“Terdapat beberapa diskusi yang harus dilakukan dengan petinggi-petinggi lainnya, hampir semua petinggi serta dengan pihak Israel. Israel sebagai kawan kami pasti mengetahui dimana kami berdiri dan kami akan tetap melakukan diplomasi dan negosiasi terhadap hal ini” ucap Ned Price.
Pada Senin (26/10), PBB juga memberikan tanggapannya bahwa tindakan ekspansi Israel di West Bank merupakan ilegal di bawah hukum internasional. Kemudian juga UNHRC, salah satu badan PBB dalam bidan HAM mengatakan bahwa tindakan Israel dapat dikategorikan sebagai war crime. Kemudian juga pada tahun 2016 silam, Dewan Keamanan PBB mengutuk tindakan Israel karena tindakan ekspansinya tidak memiliki hukum dan legalitas yang mendukung.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi