Menu

Mode Gelap

kempalanmanca · 28 Okt 2021 00:08 WIB ·

AS Tolak Keras Rencana Pembangunan Israel di West Bank


					Ilustrasi West Bank-CFR Perbesar

Ilustrasi West Bank-CFR

WASHINGTON D.C-KEMPALAN: AS telah memberikan pandangannya mengenai rencana Israel yang akan membangun 1300 rumah di West Bank. Secara tegas, untuk pertama kalinya, AS menentang tindakan Israel dengan alasan bahwa tindakan tersebut dapat merusak perdamaian serta solusi yang baik dalam permasalahan Israel-Palestina.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Ned Price mengatakan bahwa pihak AS sangat tegas menolak tindakan Israel untuk membangun banyak perumahan di West Bank. Ned Price juga memberikan kritik bahwa tindakan tersebut masih berada di teritori Palestina.

“Kami sangat menyayangkan mengenai rencana pemerintahan Israel yang akan membangun banyak perumahan di West Bank. Sebagai tambahan, kami sangat menyesali mengenai publikasi tender yang akan membangun 1300 rumah di West Bank. Kami secara tegas mengoposisi tindakan ekspansi oleh Israel karena tindakan tersebut sangat tidak konsisten dengan upaya menurunkan tensi dan untuk menjaga perdamaian” ucap Ned Price.

Ketika dipertanyakan mengenai apakah AS akan memberikan tindakan kepada Israel seperti misalnya sanksi dan sejenisnya, Ned Prince selaku juru bicara Kementerian Luar Negeri enggan untuk memberikan jawaban yang jelas.

“Terdapat beberapa diskusi yang harus dilakukan dengan petinggi-petinggi lainnya, hampir semua petinggi serta dengan pihak Israel. Israel sebagai kawan kami pasti mengetahui dimana kami berdiri dan kami akan tetap melakukan diplomasi dan negosiasi terhadap hal ini” ucap Ned Price.

Pada Senin (26/10), PBB juga memberikan tanggapannya bahwa tindakan ekspansi Israel di West Bank merupakan ilegal di bawah hukum internasional. Kemudian juga UNHRC, salah satu badan PBB dalam bidan HAM mengatakan bahwa tindakan Israel dapat dikategorikan sebagai war crime. Kemudian juga pada tahun 2016 silam, Dewan Keamanan PBB mengutuk tindakan Israel karena tindakan ekspansinya tidak memiliki hukum dan legalitas yang mendukung.

(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pfizer Sebut Vaksin Booster Efektif Lawan Varian Omicron

9 Desember 2021 - 01:37 WIB

Pfizer-IDXChannel

Jenderal Tinggi India, Istri dan 11 Orang Lainnya Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter

9 Desember 2021 - 01:06 WIB

Jenderal Bipin Rawat-CNN

Olaf Scholz Resmi menjadi Kanselir Jerman, Janji untuk “Mulai dari Awal”

9 Desember 2021 - 00:48 WIB

Olaf Scholz-DW

Australia Gabung AS untuk Boikot Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

9 Desember 2021 - 00:35 WIB

Scott Morrison-CNN

Biden Ancam Putin dengan Sanksi “Kuat” jika Serang Ukraina

9 Desember 2021 - 00:13 WIB

Biden-DW

India dan Rusia Teken Kerja Sama Perdagangan dan Senjata

8 Desember 2021 - 00:31 WIB

Narendra Modi-BBC
Trending di kempalanmanca