Menurutnya dana abadi tersebut sangat berguna bagi peningkatan mutu pesantren. Bukan hanya peningkatan fasilitasnya namun juga peningkatan SDM yang ada didalam pesantren. Dua hal tersebut penting ditingkatkan untuk menjawab tantangan saat ini. Santri harus bisa menampik anggapan bahwa santri orang yang tradisional ataupun kolot.
“Santri bukan lagi kaum sarungan, namun santri adalah salah satu penjaga bangsa, penjaga NKRI yang sebenarnya mampu berdiri di pos-pos negara,”sampainya.
Gus Muhdlor meminta santri tidak boleh inferior atau merasa kerdil. Menurutnya santri adalah penopang terbaik keberlangsungan negara Indonesia. Oleh karenanya santri harus mampu tampil dan bermanfaat bagi semuanya. Termasuk menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya semua itu yang menjadi cita-cita para kyai dahulu. Santri saat ini diminta untuk meneruskan cita-cita tersebut.
“Saya harapkan santri tidak merasa inferior, santri harus mampu tampil menempati pos-pos penting dipemerintahan, menjadi orang yang bermanfaat adalah sesuatu yang dulu di cita-citakan para ulama, para kyai yang telah gugur mendahului kita,”harapnya.
Gus Muhdlor mengatakan tantangan santri saat ini adalah dunia digital. Santri diharapkan berkontribusi dalam dunia digital saat ini. Oleh karenanya kedepan santri harus berfokus dan menguasai dunia digital. Salah satu tujuannya sebagai ladang dakwah. (Ambari Taufiq)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi