Rabu, 24 Juni 2026, pukul : 16:28 WIB
Surabaya
--°C

Utusan AS ke Afghanistan Undurkan Diri, Bukti Salah Satu Kegagalan Diplomasi AS

Zamlay Khalilzad-BBC

WASHINGTON D.C-KEMPALAN: Utusan AS ke Afghanistan, Zalmay Khalilzad mengundurkan diri dari jabatannya. Hal tersebut juga sudah diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS mengenai kepastian informasi tersebut. Tidak sampai dua bulan setelah Taliban mengambil alih Afghanistan dan berakhirnya keberadaan AS di Afghanistan, AS kehilangan utusan terbaiknya.

Zalmay Khalilzad yang sudah menjabat sebagai utusan AS ke Afghanistan sejak tahun 2018 mengundrukan dirinya pada Senin (18/10). Posisinya akan digantikan oleh deputinya sendiri yaitu Tom West yang kemudian dikatakan oleh Menlu AS, Antony Blinken bahwa West akan dikirim secepatnya ke Doha, Qatar untuk mengurusi isu Afghanistan.

“Sebagai perwakilan dan utusan untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad mengundurkan diri dari jabatannya. Saya mengucapkan banyak terima kasih berkat jasanya untuk warga AS. Saya mengucapkan terima kasih berkat layananya sekaligus memperkenalkan perwakilan baru kita, Tom West untuk menempati posisi tersebut” ucap Antoni Blinken, melansir dari Aljazeera.

Terdapat banyak pembahasan mengenai alasan ia mengundurkan dirinya. Namun, yang sudah paling jelas adalah karena ia merasa kecewa karena tidak dilibatkan dalam pertemuan resmi pertama antara AS-Taliban semenjak pihak Taliban menguasai Afghanistan.

Meskipun tersebut, Khalilzad menepis tudingan tersebut dengan mengatakan bahwa ia memang ingin berfokus dan mencari karir baru terlebih lagi dalam fase baru kebijakan-kebijakan Afghanistan.

“Pertemuan perpolitikan antara AS-Taliban tidak seperti yang saya harapkan. Alasannya adalah karena permasalahan tersebut terlalu kompleks dan saya akan membicarakan hal tersebut dalam beberapa waktu kedepannya” ucap Khalilzad.

Beberapa pejabat tinggi AS, melansir dari AS mengatakan bahwa keberadaan Khalilzad menjadi salah satu kegagalan diplomasi AS terbesar dalam sejarah.

Terlepas dari afiliasinya ke partai Republikan, ia mneyetujui secara jelas mengenai kebijakan Biden untuk menarik semua pasukan dari Afghanistan. Kemudian, ia bertemu dengan presiden Ashraf Ghani untuk bernegosiasi mengenai keadaan politik setempat sampai tiba-tiba Taliban menyerang dan mengambil alih Afghanistan.

Bukan memperbaiki keadaan, Khalilzad berdiam diri terhadap adanya situasi tersebut dan lebih berfokus untuk melakukan evakuasi warga AS dan warga Afghanistan yang rentan.

(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.