JAKARTA-KEMPALAN: Nasi sudah menjadi bubur. Publik sudah menyaksikan Merah Putih tidak berkibar di Ceres Arena, Aarhus, setelah Indonesia menaklukkan tim juara bertahan Piala Thomas China 3-0, Minggu petang (18/10).
Baru Senin (19/10) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menunjukkan kerja konkret menyikapi sanksi Badan Antidoping Dunia (WADA) yang jatuh sejak 7 Oktober lalu itu. Rapat dengan pihak-pihak terkait pun sudah dilangsungkan.
Mulai dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia dan perwakilan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI). Dalam konferensi pers virtual, Senin siang, Menpora Zainudin Amali menyebut pihaknya membentuk tim Satgas untuk menyelesaikan persoalan ini.
’’Kami tak main-main untuk menyelesaikan masalah tersebut. Saya membentuk tim dengan dua tugas. Tim ini akan melakukan akselerasi, upaya-upaya supaya sanksi kepada LADI bisa segera diakhiri,’’ ucap Zainudin.
Zainudin menyebut, selama LADI masih disanksi WADA, Indonesia akan tetap terdampak. Karena itu Amali berharap program doping LADI ini bisa diselesaikan secara komprehensif secara bersama-sama.
Zainudin pun membeberkan kedua tugas yang akan diusung tim tersebut. Tugas pertama tim itu mempercepat komunikasi dengan WADA. Kedua, menginventarisir apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus ini.
’’Tim ini akan melakukan langkah-langkah konkret. Misalnya komunikasi dengan WADA, IOC, dan perwakilan WADA di Asia Pasifik yang berada di Jepang. Jika tim ini butuh kehadiran saya, maka saya akan mendampingi. Tim ini akan melapor kepada saya,’’ tutur Zainudin.
Satgas ini nantinya akan dipimpin oleh Ketua KOI Raja Sapta Oktohari. Posisi Raja sebagai perwakilan seluruh cabor Indonesia di pentas olahraga internasional diharapkan bisa membantu mempercepat proses pencabutan sanksi.
’’Kita akan melihat cabor mana yang sering mengikuti agenda internasional, dan satu perwakilan dari pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, yang akan memfasilitasi tim ini. Kami berharap, apa yang kami upayakan ini bisa ada progress-nya dalam waktu singkat,’’ harap Okto.
Bulutangkis yang paling sering mengikuti ajang di luar negeri. Setelah sukses memenangi Piala Thomas-Uber 2020 di Denmark, sudah ada turnamen bulutangkis Denmark Terbuka 2021 yang berlangsung 19 – 24 Oktober nanti.
Begitu pula dari cabor sepakbola. Dalam hal ini timnas Indonesia. Evan Dimas Darmono dkk masih harus menjalani rangkaian pertandingan di Kualifikasi Piala Asia 2023 setelah menembus babak playoff sepekan lalu.
Okto sendiri yang akan langsung terbang ke Eropa secepatnya untuk mencari tahu dan membuka jalur diplomasi dalam mencari jalan keluar dari persoalan ini. ’’Kami butuh waktu sebulan untuk merapikan data-data yang kami serap dari LADI,’’ sebutnya. ’’Kami akan maksimalkan segala lobi-lobi kami supaya upaya pencabutan sanksi bisa maksimal,’’ tandasnya. (Yunita Mega Pratiwi).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi