NAYPYIDAW-KEMPALAN: Jenderal Min Aung Hlaing yang pada saat ini menjadi pemimpin Junta Myanmar sejak Februari silam resmi untuk tidak diajak dalam adanya KTT ASEAN yang dikabarkan akan dilakukan pada akhir bulan Oktober.
Sebelumnya, Antonio Guterres yang merupakan Sekjen PBB secara sepihak menolak untuk datang dalam KTT ASEAN yang seharusnya dilakukan pada Jumat (15/10) dengan alasan menunggu waktu yang lebih baik. Namun, ternyata menurut salah satu diplomat PBB, alasan utama Guterres tidak ingin datang dalam KTT ASEAN tersebut adalah karena ingin menghindari pertemuan dengan Junta Militer Myanmar.
ASEAN pada saat ini menyetujui untuk mengundang perwakilan Myanmar yang berasal dari non-politik, dibandingkan dengan mengundang Jenderal Min Aung Hlaing. Salah satu tujuan dari tidak dipilihnya adalah bahwa semua 10 pemimpin negara Asia Tenggara tidak ingin bertemu dan tidak ingin untuk mengintervensi urusan dalam negeri Myanmar.
Junta Militer Myanmar mengatakan bahwa pihaknya kecewa dengan keputusan dari ASEAN karena tidak diajak dalam KTT ASEAN. Namun ASEAN meresponnya dengan mengatakan bahwa Junta Militer Myanmar tidak cukup untuk menghentikan permasalahan yang ada di Myanmar.
ASEAN kemudian memberikan pernyataannya bahwa pertemuan penting dalam KTT ASEAN yang diperkirakan akan dilaksanakan pada 26-28 Oktober tidak meraih konsensus dan persetujuan untuk memutuskan bahwa Junta Militer Myanmar yang akan mewakili negaranya.
Dalam pernyataan tersebut, Brunei Darussalam yang menjadi tuan rumah dalam KTT ASEAN mengatakan bahwa situasi di Myanmar memberikan dampak yang sangat besar dalam keamanan di kawasan yang menggangu kesatuan, kredibilitas dan sentralitas dari ASEAN.
Ketidakhadiran Junta Militer Myanmar dalam KTT ASEAN menjadi salah satu kerugian terbesar bagi pihaknya yang mengharapkan adanya pengakuan internasional.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi