SURABAYA-KEMPALAN: Terungkapnya daftar elite global yang menyimpan uang dan menggelapkan pajak di negara-negara surga pajak (tax haven) dalam ”Pandora Papers”, menunjukkan bahwa kapitalisme global yang bernafaskan pada keserakahan untuk mengakumulasi modal dan kekayaan masih mendominasi dunia.
Dewasa ini ada sekitar 30-an negara yang memberi kebebasan pajak kepada orang-orang kaya dari seluruh dunia. Orang-orang kaya itu menyimpan uangnya di negara surga pajak untuk menghindari pajak di negaranya sendiri.
Terbongkarnya skandal pajak melalui laporan investigasi ”Pandora Papers” menunjukkan perlunya dilakukan penataan ulang terhadap tata ekonomi dan keuangan global, sehingga tidak terjadi akumulasi kekayaan yang berdasarkan pada keserakahan.
Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengatakan bahwa pemerintah Amerika sudah cukup lama ingin mengejar para pengemplang pajak yang menyembunyikan kekayaannya di luar negeri. Sudah ada sekitar 700 pengusaha wajib pajak Amerika yang diselidiki, tapi hasilnya masih belum optimal.
Noorsy mengungkapkan hal itu dalam talk show daring ”Deadline” yang diselenggarakan oleh Jurnalis Muslim Nusantara, Sabtu (16/10).
Pengejaran terhadap para pengemplang pajak sudah dilakukan sejak era Barrack Obama. Ketika itu muncul hasil investigasi yang membongkar para penggelap pajak Amerika di berbagai negara surga pajak. Laporan yang dikenal sebagai ”Panama Papers” itu mengungkapkan nama-nama elite global yang terlibat dalam penggelapan itu.
Kali ini, laporan yang sama diungkapkan dalam ”Pandora Papers” dengan skala yang lebih besar dan jumlah elite yang terlibat juga jauh lebih besar.
Upaya Amerika mengungkap kejahatan pajak ini sering mentok, karena Amerika sendiri tidak bisa berbuat banyak terhadap penggelapan pajak yang ada di halaman belakang rumahnya sendiri.
”Negara bagian South Dakota termasuk salah satu negara tax haven yang memberi perlindungan terhadap para penyimpan uang internasional,” ungkap Noorsy.
Next: Dalam Pandora Papers

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi