Diketahui, dari 18 medali emas yang diperebutkan di tiga kategori, tim gulat Jatim menjadi pendulang medali terbanyak dengan 7 emas, 7 perak dan 2 perunggu. Berikutnya, Kalimantan Timur 4-2-6, Jawa Barat 2-2-2, Kalimantan Selatan 2-0-4, Papua 1-1-2, Banten 1-0-0, DKI Jakarta 1-0-0, Sumatera Barat 0-4-1, Jambi 0-1-1, Jawa Tengah 0-1-1, dan Bengkulu 0-0-1.
Dari 15 provinsi dengan 106 atlet, termasuk tuan rumah Papua yang langsung meloloskan pegulatnya tanpa kualifikasi, empat daerah gagal membawa pulang medali. Yakni, Bangka Belitung, Lampung, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.
“Apa yang diperoleh Jatim tentunya tidak datang begitu saja. Ini hasil dari proses yang panjang, pembinaan yang baik, simultan dan berkesinambungan,” tutur Rakhman, Ketua Pengprov PGSI Jatim.
Proses pembinaan yang terus menerus itu, sebut Rakhman, menjadi salah satu kunci sukses tim gulat Jatim dari PON ke PON. Perolehan medali mereka meningkat signifikan di tiga PON terakhir, yakni 0-6-4 di PON XVIII 2012 Riau, lalu naik 4-4-6 di PON XIX 2016 Jabar, dan melonjak lagi menjadi 7-7-2 di PON XX 2021 Papua.
Rakhman setuju…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi