Rakhman setuju, untuk PON XX1 mendatang, kelas-kelas yang dipertandingkan tetap mengacu pada aturan global, seperti yang diterapkan pada PON XX Papua ini.
Yahya Madjid, Technical Delegate (TD) PON XX, menyatakan akan lebih baiknya jika tetap mengikuti aturan Persatuan Gulat Dunia (Union World Wrestling/UWW).
“Pertama, 18 kelas Olympic sesuai aturan UWW. Kedua, pada PON mendatang jumlah peserta perkelas harus delapan plus satu, untuk tuan rumah, untuk mengakomodir keinginan perunggu ganda atau dua medali perunggu,” jelas Yahya Madjid.
Usulan tetap 18 kelas ini diamini oleh Agus Pebrianto, Sekum Pengprov PGSI Kalsel.
“Untuk PON yang akan datang sebaiknya memang tetap dilaksanakan yang seperti sekarang, yakni 18 kelas. Tetapi, untuk mendukung pembinaan jangka panjang, mungkin bisa ditambahkan beberapa kelas lagi, namun kelasnya masih mengikuti Role UWW sehingga kita tidak melanggar aturan yang ada,” jelas Agus yang juga Wakil Ketua Umum PP PGSI.
“Selamat tinggal Merauke…”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi