Di luar semua itu, keberadaan Yehezkiel Okoseray sebagai pegulat tuan rumah diperkirakan juga bisa menjadi kejutan bagi pegulat lainnya, mengingat Okoseray sudah berpengalaman juga untuk level senior. Yehezkiel tentunya juga termotivasi oleh sukses Reyna Fadli merenggut medali emas untuk Papua dari duel di kelas 97kg gaya bebas, Selasa (12/10).
Di kelas 67kg, menarik untuk melihat apakah M. Aliansyah (Kaltim) mampu mempertahankan dominasinya. Aliansyah akan memperoleh ujian berat dalam upaya meraih medali emas ketiganya secara berturut-turut di PON.
Aliansyah diperkirakan akan mendapatkan perlawanan sangat keras dari Arif Suro Dinoyo (Jatim). Selain itu, dari Tri Wahono (Bengkulu), Peri Budiawan (Jabar), Febrianto Sembiring (Sumut) yang berada dalam kondisi terbaiknya untuk membawa pulang medali ke daerahnya yang sampai ini masih belum memperoleh medali dari gulat. Jangan abaikan Fernando K, andalan tuan rumah yang bisa menjadi batu sandungan serius bagi peserta lainnya.

Terakhir, di kelas 77kg, diprediksi akan terjadi persaingan sengit antara Andhika Sumaeman (DKI Jakarta) dengan Kusno Hadi (Kaltim).
Kusno Hadi selama ini adalah pegulat yang merajai kelas ini, sebelum dominasinya digantikan oleh Andika Sulaeman yang mengalahkan dirinya pada test-even Asian Games tahun 2017 di Ciracas, dan babak kualifikasi sekaligus Kejurnas & Pra PON 2019 di Jakarta.
Kusno tentu mempunyai motivasi yang sangat tinggi untuk mengalahkan Andika Sulaeman untuk membalas dua kali kekalahannya.
Di sisi lain, Andika dan Kusno juga harus berhati-hati dengan pegulat berpengalaman, Supriono (Jatim). Supriono juga dalam motivasi tinggi untuk menambah perolehan medali emas daerahnya.
Tiga seteru lainnya di kelas ini adalah Prija Iska Ahmad (Banten), Agung Satria (Jambi) dan andalan tuan rumah, Paulus Sarwa. (Ambari Taufiq)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi