JAKARTA-KEMPALAN: Lucius Karus, Peneliti dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) khawatir akan terjadinya transaksi politik di balik pengunduran jadwal pemilu 2024.
Melansir dari CNN Indonesia, menurut Lucius, penundaan berlarut tersebut terjadi karena banyak pihak yang memaksakan kepentingannya dalam pembahasan.
“Kalau soal waktu penyelenggaraan pemilu saja sudah mulai dipolitisasi, ya mudah politik transaksional terjadi sejak awal, kompromi-kompromi, lobi, dan lain sebagainya dalam memutuskan waktu penyelenggaraan pemilu,” ucap Lucius dalam diskusi daring pada, Jumat (8/10).
Lucius juga menilai bahwa hal ini tidak akan terjadi jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) tegas mempertahankan rencana awal. Dirinya juga berpendapat bahwa seharusnya KPU tidak dengan mudah mengikuti kemauan pemerintah dan DPR untuk menggeser waktu pemilu.
Dia juga menyayangkan saat KPU memberi opsi Pilkada Serentak agar digeser ke 2025 usai pemerintah mengusulkan pemilu di Mei 2024. Menurut Lucius, keputusan KPU itu membuat lemah posisi tawar mereka dalam persoalan ini.
“Ketika mereka…”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi