AARHUS-KEMPALAN: Kemenangan 4-1 Tim Uber Indonesia atas Tim Uber Prancis (11/10), menelan korban. Seperti diketahui, pebulutangkis tunggal putri Indonesia Nandini Putri Arumni tidak dapat melanjutkan perjuangannya mengalahkan Yaelle Hoyaux.
Perlawanan Dini (sapaan akrab Nandini) hanya sampai gim ketiga. Dia pun menjadi satu-satunya pebulutangkis Indonesia dalam skuad Uber yang menelan kekalahan atas wakil Prancis. Cedera yang membuatnya harus mengakhiri perlawanan di skor 12-21, 21-16, 17-20.

Dini langsung dibawa meninggalkan lapangan dengan kursi roda. Dia dikabarkan terkena cedera lutut kanan. Bahkan, kemungkinan besar dia takkan bermain lagi dalam pertandingan berikut di Piala Uber. Termasuk ketika Indonesia menghadapi Jepang, Selasa petang WIB (12/10).
Salah satu media Denmark TV2 Sport mengabarkan, Dini mengalami cedera robek pada ligamen lutut, atau cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) kanan. Itu diketahui setelah dia dilarikan ke Rumah Sakit Skejby, Aarhus.

Dengan cedera ACL ini, kemungkinan Dini baru bisa pulih kembali antara 7 sampai 11 bulan ke depan. Sehingga, bisa jadi Dini hanya akan menyaksikan rekan-rekannya bertanding dari tribun. Atau bahkan bisa jadi dari depan layar kaca.
Kekhawatiran itu memang sudah seperti yang dirasakan Dini sebelum dilarikan ke rumah sakit. ’’Sakit sekali. Padahal tadi kondisi saya lumayan bagus bisa memberikan perlawanan,’’ ucapnya sambil menyeka air matanya, seperti yang dikutip dari keterangan resmi PP PBSI.
Dini jelas terpukul dengan cedera ACL ini. Apalagi Piala Uber ini jadi kali pertama Dini turun di turnamen internasional setelah terakhir dia merasakannya dalam ajang Indonesia International Challenge 2019.
Terlebih apabila harus menjalani perawatan pemulihan cedera yang berlangsung antara 7 sampai 11 bulan, pebulutangkis PB Djarum itu pasti harus merelakan absen pada dua atau tiga turnamen internasional lainnya.
Manajer Tim Uber Indonesia Eddy Prayitno pun memberikan dukungan kepada Dini. Eddy juga mencoba meyakinkan Dini bahwa selama menjalani perawatan di Aarhus dia akan mendapatkan perawatan terbaik. ’’Dini, tenang ya. Kamu sudah berjuang keras,’’ kata Prayitno. (Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi