Sementara empat medali perak, tiga diantaranya diborong Handi Yohanes dari nomor F3R INA, F3R FAI, dan F3U. Satunya lagi oleh Dicka Cahya Putri yang bertarung di nomor FIA.
Pelatih Aeromodeling Jatim Dirgahaju Gadjah Perdana mengatakan, raihan medali emas cabor Aeromodeling itu sebenarnya melebihi dari target yang dibebankan KONI Jatim.
“Oleh KONI Jatim hanya ditarget tiga medali emas, tapi kami berhasil mendapat empat medali emas,” kata Dirgahaju Gadjah Perdana usai penyerahan medali di Lapangan SP5 Timika, Kabupaten Mimika, Senin (11/12).
Raihan empat medali emas ini, menurut Dirgahaju Gadjah Perdana, sebelumnya memang sudah diprediksi. Semua itu berkat latihan yang dilakukan, meskipun di massa pandemi Covid-19.

Apalagi, lanjut dia, selama persiapan semua peralatan telah disediakan KONI Jatim. “Yang tidak kita laksanakan adalah mendatangkan pelatih asing. Selain itu, kita juga tidak bisa try out ke luar negeri. Itu kendalanya,” ungkapnya.
Namun demikian Dirgahaju Gadjah Perdana mengaku bersyukur cabor Aeromodeling akhirnya bisa tampil sebagai juara umum di PON XX Papua. “Alhamdulillah, kita bersyukur,” tandasnya.
Sekadar diketahui, pada PON XIX/2016 di Jawa Barat, atlet Aeromodeling Jatim juga berhasil menyumbang empat medali emas. “Tapi persaingan kali ini lebih ketat, karena kekuatan masing-masing daerah sudah merata,” pungkas Gadjah Perdana. (Dwi Arifin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi