Minggu, 12 Juli 2026, pukul : 06:13 WIB
Surabaya
--°C

Banteng vs Celeng

Banteng vs Celeng

PDIP pernah pecah. Partai Amanat Nasional (PAN) pecah menjadi Partai Ummat. Lalu PKS (Partai Keadilan Sejahtera) pecah menjadi Partai Gelora. Dalam kuadran partai-partai ideologis, terjadi persaingan internal yang sangat keras. Biasanya persaingan itu lebih keras dibanding dengan persaingan melawan partai di luar kuadran.

Kuskridho Ambardi menulis disertasi dokotoral di Universitas Ohio, Amerika Serikat, dan menjadi buku ‘’Mengungkap Politik Kartel: Studi tentang Sistem Kepartaian di Indonesia Era Reformasi’’ (2009). Diungkapkan, bahwa secara tradisional partai-partai di Indonesia terpisah dalam dua kuadran nasionalis dan religius.

Dua aliran itu bersaing dalam pemilu untuk berebut suara. Tapi, setelah pemilu usai dua kubu itu mencair menjadi satu dalam koalisi, dan tidak terlihat lagi perbedaan ideologis di antara keduanya. Hal ini disebut Ambardi sebagai proses kartelisasi politik yang melahirkan partai pemburu rente dari kekuasaan.

Parta-partai politik tidak bisa hidup menjadi oposisi karena jauh dari rente pemerintah yang menjadi sumber pembiayaan partai. Kartelisasi politik inilah yang menyebabkan matinya oposisi di Indonesia. Kartelisasi ini menyebabkan persaingan antar-partai justru lebih keras di antara sesama partai seideologi dibanding dengan partai dengan ideologi lain, karena kepentingan untuk mempertahankan rente.

Para celeng yang membelot dari kandang banteng akan menghadapi kekuatan kartel politik ini. Sejarah menunjukkan bahwa para celeng pembelot tidak bisa bertahan hidup, kalah oleh partai induk yang menguasai kartel.

Pemilihan presiden 2004 akan makin seru oleh persaingan saling seruduk antara celeng melawan banteng. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.