Selain itu menulis PSK bisa dikatakan karena ketidakmampuan melihat keganjilan-keganjilan realitas kehidupan terlalu lama berlarut-larut tanpa ada upaya mencari jalan keluar. Dengan sendirinya sebagai penyair tidak ingin kehilangan diri – bersamaan beriringan dengan realitas yang mengganggu tatanan kehidupan tersebut ada hasrat dengan segala kemampuan mengungkapan mimpi-mimpinya berupa akrobat kata-kata. Sebuah upaya membangun ruang imajinasi sarat makna, sebuah proses kreatifitas yang kritis dan dinamis.
Menulis PSK yaitu jenis puisi pendek kesannya tidak lengkap. Meskipun demikian piliha kosa kata dalam puisi itu didesain menghadirkan semiotik menjadi ruang imajinasi yang sugestif – lahir dari memanaj obses agar lebih arif dan bijaksana. PSK kesannya seperti pesan singkat bisa menjadi sebuah perlawanan, yaitu untuk melawan rasa lelah atau jemu membaca dinamika realitas politik yang menjemukan dan tak jelas arahnya. Dengan sendirinya PSK tidak lain adalah bangunan ruang imajinasi sarat makna yang ada di balik peristiwa-peristiwa yang mengganggunya. Menjadi sebuah perenungan, pencerahan, katarsis dan juga bisa berkelanjutan jadi agen perubahan. Bisa dilakukan dengan mudah oleh siapa saja yang memiliki kepeduliaan terhadap integritas nilai-nilai kemanusiaan. Bergerak menyebar di setiap jenis ruang publik yang ada diera milenial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, You Tube, Line, Telegram, WhatAspp, Hangouts, Blog, Website, Email dan sebagainya. Dengan menawarkan estetika baru, yaitu etika masa depan selalu berkembang di atas kepentingan menjaga tatanan kehidupan untuk semua golongan yang beradab. (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi