Kamis, 18 Juni 2026, pukul : 11:57 WIB
Surabaya
--°C

Anggaran Wirausaha Santri di Sumenep Dituding Mark Up, Syaifuddin: Itu Data Lama

Anggaran Wirausaha Santri di Sumenep Dituding Mark Up

SUMENEPKEMPALAN-Program
Santri Millenial Entrepreneur yang menjadi salah satu andalan Fauzi-Eva dituding penuh masalah.

Selain waktu pelatihan yang dinilai kurang maksimal karena hanya hitungan jam dan hari. Juga anggaran kegiatan wirausaha muda santri dinilai penuh mark up.

Sumber kempalan, merinci sejumlah kejanggalan program mencetak generasi muda santri berjiwa wirausaha di Sumenep itu.

Dalam APBD Sumenep 2021, tertuang kegiatan wirausaha muda santri sebesar Rp 2,9 miliar. Ditambah belanja barang sebesar Rp 826 juta.

“Yang janggal pembelian seragam kepada peserta untuk 1.400 buah. Padahal pesertanya tak sampai 500 orang. Nilainya hampir Rp 300 juta. Pembelian tas ransel 196 juta,” sebut sumber kempalan sambil menunjuk item belanja dalam program kegiatan wirausaha muda santri.

Kejanggalan lain yang dibeber sumber itu, meliputi honorarium nara sumber, moderator, pembawa acara dan panitia sebesar Rp 600 juta dalam tempo 4 hari.

Juga biaya iklan/reklame, film dan pemotretan senilai Rp 209 juta.

Setiap peserta pelatihan ada uang saku sebesar Rp 276 juta.

BACA JUGA  Scaloni Kagumi Messi Usai Sang Kapten Cetak Trigol ke Gawang Aljazair

Sedangkan biaya rapat dinas di luar kantor Rp 108 juta.

“Masih banyak anggaran lain dalam satu kegiatan yang tumpang tindih,” beber sumber kempalan.

Menanggapi tudingan mark up anggaran kegiatan wirausaha muda santri dibantah oleh Syaifuddin Anshari, Plh Kabid Pemuda Olahraga Disparbudpora Sumenep.

Kepada kempalan, Syaifuddin mengatakan, tudingan markp up anggaran program wirausaha muda santri itu, mengada-ngada.

Katanya, pagu honorarium kegiatan sudah salah. Bukan Rp 600 juta.

Begitu pun harga seragam peserta juga bukan 1400 buah, tapi 600 buah. Juga uang saku peserta Rp 139 juta. Bukan 276 juta.

Anggaran Wirausaha Santri di Sumenep Dituding Mark Up
Salah satu peserta wirausaha muda santri bidang membatik. (istimewa)

“Termasuk uang iklan/reklame, film dan pemotretan senilai Rp 209 juta sudah saya hapus karena bukan tusi bidang pemuda dan olahraga,” jelasnya.

“Mungkin masih pake DPA lama yang sudah diubah. Kalau DPA lama itu tidak sesuai dan banyak wartawan ke kami untuk mengklarifikasi data itu. Kami sampaikan bahwa data itu sudah tidak dipakai karena saat rapat di provinsi dihadiri kasi olaharaga dan staf mendapatkan catatan merah dan harus diubah. Maka kami lakukan perubahan saat PAK mendahului,” sambung Syaifuddin, Jumat (8/10).

BACA JUGA  Gebyar Porkab Sidoarjo 2026: Jangan Larut Euforia, Surabaya Siapkan Ambisi Gila

Dikatakan, pada PAK mendahului. Anggaran Rp 2,9 miliar untuk 500 peserta wirausaha santri dilakukan efisiensi menjadi Rp 1,8 miliar.

“Dari item-item yang tidak sesui dan banyak peluang kurang bisa difungsikan, kami hapus,” pungkasnya via WhatsApp.

Sekedar informasi, program mencetak generasi muda santri di Sumenep berjiwa wirausaha pada tahun 2021 dianggarkan untuk 500 santri utusan berbagai pesantren dan desa di Kabupaten Sumenep senilai Rp 2,9 miliar.

Kegiatan mencetak wirausaha muda santri di Sumenep ini dilakukan di empat plasma yang melibatkan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) di sejumlah pondok pesantren dan lembaga yang memiliki tempat pelatihan di Sumenep.

“Peserta wirausaha muda santri merupakan utusan dari pondok pesantren dan desa untuk pengembangann BUMDes. Jenis pelatihan meliputi, digital marketing dan otomotif; desain animasi; produk pangan; dan pelatihan skill individu.,” terang Syaifuddin, seperti dikutip media (12/8/2021). (ham)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.