Senin, 9 Maret 2026, pukul : 01:42 WIB
Surabaya
--°C

Presiden Jokowi: Produktivitas Pertanian di Papua Barat Harus Ditingkatkan

Produktivitas Pertanian di Papua Barat

PAPUA BARAT-KEMPALAN: Presiden Joko Widodo melihat Provinsi Papua Barat memiliki potensi pertanian yang bisa dikembangkan sebagai daerah produsen utama komoditas pertanian bagian Indonesia Timur.

Karena itu, Jokowi minta kepada pemerintah daerah yang ada di Provinsi Papua Barat agar meningkatkan kapasitas produksi pertanian agar kebutuhan pangan di tanah Papua tak lagi didatangkan dari daerah luar.

Pernyataan Presiden Jokowi ini disampaikan usai melakukan penanaman benih jagung di Kelurahan Klamesen, Kecamatan Mariat, Kabupaten Sorong, Senin (04/10/2021).

Menurut Jokowi, wilayah Indonesia Timur memiliki lahan pertanian yang sangat luas. Hanya saja, lahan pertanian belum dimanfaatkan secara maksimal.

Presiden juga menuturkan bahwa di provinsi Papua Baeart sendiri terdapat 11.000 hektare tanaman jagung di seluruh provinsi, serta 7 juta hektare untuk tanaman pangan dan hortikultura. Tapi lahan yang  termanfaatkan maksimal hanya 33 persen.

Dengan lahan yang sangat luas, para petani perlu mengubah sistem tanam dari satu kali setahun menjadi dua kali setahun atau tiga kali setahun.

Untuk menopang peningkatan produktifitas itu, presiden meminta Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi di Papuan untuk dapat memaksimalkan potensi lahan pertanian dan meningkatkan kapasitas produksinya.

Presiden juga mengajak para petani milenial untuk terus dilatih agar dapat mendukung aktivitas sektor pertanian di provinsi tersebut.

“Sudah dilatih oleh Pak Mentan, 800 petani tetapi ditargetkan kurang lebih 2.000-an nanti akan segera bisa diselesaikan. Saya yakin jika mereka ini diberi kepercayaan akan mampu menciptakan ketahanan pangan utamanya di Provinsi Papua Barat dan nanti di seluruh Tanah Air,” terang Presiden seperti dilansir dari situs resmi Kominfo.

Presiden juga menyebut bahwa pemerintah akan mendukung pemanfaatan teknologi pertanian dan memberikan akses modal usaha irigasi untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

“Saya tadi juga melihat penggunaan teknologi pertanian, kemudian juga akan diberikan akses untuk modal usaha juga irigasi ini, irigasi cacingnya juga akan diperbaiki oleh Kementerian Pertanian dan juga pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan teknologi pertanian,” tandasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden juga berkesempatan menanam benih jagung dengan alat tanam jagung bersama masyarakat setempat.

Turut hadir mendampingi Presiden saat melakukan penanaman benih jagung antara lain Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. (KOMINFO/Akbar Danis)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.