’’Pada tikungan pertama saya mengerem dengan dalam dan keras. Saya mencoba mengendalikan balapan dalam tiga atau empat lap pertama, dan kemudian menyalip,’’ ungkap Marqeuz dalam membeberkan strateginya di Austin.
Pembalap 28 tahun itu pun baru bisa mencapai konsistensi ketika memasuki lap ke-12. ’’Dalam lap-lap itu saya sudah merasa sangat baik dengan motorku, dan di bagian terakhir balapan saya tak tahu bagaimana kondisi fisikku nantinya,’’ tuturnya.
Kemenangan ini tak lepas dari karakter COTA yang sering disebut sirkuit kidal. Selain COTA, di musim ini juga ada Sachsenring yang juga berkarakter serupa. Dia pun juga menjadi pemenang di Sachsenring.

’’Tentu saja sirkuit dengan tikungan kiri jadi salah satu poin kuatku. Tetapi, kini setelah cedera, perbedaannya bahkan lebih besar. Feeling di tikungan kanan ataupun kiri sama saja,’’ lanjutnya. Insiden dua tahun lalu sudah banyak mengajarkannya.
’’Memang benar balapan di sini (COTA) sangat sulit. Itulah sebabnya saya terjatuh. Tetapi kami sedang mengerjakannya dan kami mencoba untuk memahaminya dengan baik,’’ tutup pembalap juara dunia enam kali itu. (Crash, Yunita Mega Pratiwi)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi