SURABAYA-KEMPALAN: Kajian keperempuanan atau feminisme menjadi ramai diperbincangkan, terutama semenjak muncul pro dan kontra terkait RUU PKS dan kekerasan seksual di dunia akademis. Namun, permasalahan semacam itu perlu diimbangi dengan memahami situasi di Indonesia serta organ-organ keperempuanan yang dapat menunjang penerapan kebijakan yang ramah perempuan. Mungkin PKK bisa menjadi titik awalnya.
Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) adalah salah satu gerakan dan program kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah yang turun sampai tingkat desa. Program ini merupakan wujud kedaulatan dan keterlibatan perempuan sebagai garda depan untuk memelihara keluarganya. Akan tetapi, sejatinya tidak demikian.
Selama Orde Baru, organisasi keperempuanan terlokalisir dalam sejumlah kecil organ seperti Dharma Wanita (organisasi istri PNS), Dharma Pertiwi (organisasi istri TNI) dan PKK. Namun yang memang menyentuh hingga lapisan paling bawah adalah yang disebutkan terakhir. Pembahasan tentang perempuan kerapkali berfokus pada pihak-pihak tertentu hingga luput dari apa yang lazimnya ada di masyarakat.
Kali ini, Madat Club yang sudah berubah nama menjadi Development Study Club akan mengadakan diskusi daring bersama Julia Suryakusuma, kolumnis, penulis, dan direktur Pusat Gender dan Demokrasi LP3ES yang menulis buku Ibuisme Negara: Konstruksi Sosial Keperempuanan Orde Baru (diterbitkan oleh Komunitas Bambu) dan Eva Kusuma Sundari, aktivis perempuan yang juga pernah berkarir di dunia politik sebagai DPR RI (2004-2019) dari fraksi PDIP dan sekarang menjadi Direktur Eksekutif Institut Sarinah.
Kedua narasumber itu akan berfokus mengkaji kaitan antara ibuisme negara, sebuah istilah yang dikembangkan oleh Julia juga pengiburumahtanggaan dengan PKK. Walaupun nampaknya perempuan terlibat dalam pembangunan di masa Orde Baru, namun Julia menunjukkan bahwa hal itu hanyalah akal-akalan Orba untuk melemahkan gerakan perempuan. Lalu bagaimana kaitan antara konsep-konsep keperempuanan itu dengan PKK? Mari ikuti diskusinya dengan mendaftar melalui nomor WhatsApp tertera! (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi