Rabu, 27 Mei 2026, pukul : 21:51 WIB
Surabaya
--°C

Ngobrol Bareng Julia Suryakusuma dan Eva Kusuma, Ulas PKK dan Keperempuanan

SURABAYA-KEMPALANKajian keperempuanan atau feminisme menjadi ramai diperbincangkan, terutama semenjak muncul pro dan kontra terkait RUU PKS dan kekerasan seksual di dunia akademis. Namun, permasalahan semacam itu perlu diimbangi dengan memahami situasi di Indonesia serta organ-organ keperempuanan yang dapat menunjang penerapan kebijakan yang ramah perempuan. Mungkin PKK bisa menjadi titik awalnya.

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) adalah salah satu gerakan dan program kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah yang turun sampai tingkat desa. Program ini merupakan wujud kedaulatan dan keterlibatan perempuan sebagai garda depan untuk memelihara keluarganya. Akan tetapi, sejatinya tidak demikian.

Selama Orde Baru, organisasi keperempuanan terlokalisir dalam sejumlah kecil organ seperti Dharma Wanita (organisasi istri PNS), Dharma Pertiwi (organisasi istri TNI) dan PKK. Namun yang memang menyentuh hingga lapisan paling bawah adalah yang disebutkan terakhir. Pembahasan tentang perempuan kerapkali berfokus pada pihak-pihak tertentu hingga luput dari apa yang lazimnya ada di masyarakat.

BACA JUGA  Akhir BRI Liga 1: Persib Bertahta, Borneo FC Kesatria Tanpa Mahkota

Kali ini, Madat Club yang sudah berubah nama menjadi Development Study Club akan mengadakan diskusi daring bersama Julia Suryakusuma, kolumnis, penulis, dan direktur Pusat Gender dan Demokrasi LP3ES yang menulis buku Ibuisme Negara: Konstruksi Sosial Keperempuanan Orde Baru (diterbitkan oleh Komunitas Bambu) dan Eva Kusuma Sundari, aktivis perempuan yang juga pernah berkarir di dunia politik sebagai DPR RI (2004-2019) dari fraksi PDIP dan sekarang menjadi Direktur Eksekutif Institut Sarinah.

Kedua narasumber itu akan berfokus mengkaji kaitan antara ibuisme negara, sebuah istilah yang dikembangkan oleh Julia juga pengiburumahtanggaan dengan PKK. Walaupun nampaknya perempuan terlibat dalam pembangunan di masa Orde Baru, namun Julia menunjukkan bahwa hal itu hanyalah akal-akalan Orba untuk melemahkan gerakan perempuan. Lalu bagaimana kaitan antara konsep-konsep keperempuanan itu dengan PKK? Mari ikuti diskusinya dengan mendaftar melalui nomor WhatsApp tertera! (*)

BACA JUGA  Adopsi Sukses IVCA Rally 2026, Bumi Jenggolo III Siap Guncang Sidoarjo dengan 10 Ribu Onthelis Mancanegara

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.