Senin, 20 April 2026, pukul : 16:10 WIB
Surabaya
--°C

PBSI Evaluasi Kegagalan Indonesia Dalam Turnamen Piala Sudirman

Kegagalan Indonesia Dalam Turnamen Piala Sudirman

JAKARTA-KEMPALAN: Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) angkat bicara setelah kegagalan Indonesia melangkah ke babak semifinal Piala Sudirman 2021 di Energia Areena, Vantaa, Finlandia.

Seperti diketahui, Indonesia menyerah 2-3 di tangan Malaysia dalam perempat final yang sudah berakhir Sabtu dini hari (2/10). Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI Rionny Mainaky memohon maaf atas kegagalan ini.

’’Kami mohon maaf kepada masyarakat Indonesia karena disingkirkan Malaysia pada perempat final. Kami sebenarnya sudah berusaha tampil optimal, tetapi hasilnya akhirnya tidak maksimal. Kami gagal memenuhi ekspektasi,’’ kata Rionny dalam keterangan pers PP PBSI.

’’Sangat disayangkan, sektor yang kami harapkan malah gagal menyumbangkan poin,’’ tambah Rionny. Sektor harapan yang dimaksud Rionny itu adalah ganda putra, tunggal putra, dan ganda campuran.

Di sektor ganda putra, pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon ditaklukkan ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik 12-21 15-21. Lalu, di tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting menyerah di tangan tunggal putra Malaysia Lee Zii Jia 11-21 16-21.

’’Tetapi, secara keseluruhan saya melihat dari segi semangat, daya juang, dan fight-nya, pemain sudah berusaha maksimal. Tentunya kami hargai seluruh perjuangan pemain di lapangan. Meski hasil akhirnya belum tercapai,’’ tutur Rionny yang belum genap setahun mengemban tugas jadi Kabid Binpres PP PBSI menggantikan Susy Susanti itu.

Rionny pun sudah mengevaluasi faktor-faktor lepasnya tiga angka dari genggaman Merah Putih itu. Di balik kekalahan Ginting misalnya. Dia menyebut seharusnya Ginting bisa bermain lebih sabar.

Begitu pula kekalahan pasangan ganda campuran Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti atas ganda campuran Malaysia Hoo Pang Ron/Cheah Yee See 19-21 21-9 16-21. Rionny menyebut, Praveen/Melati harusnya bisa mengatasi perlawanan Pang Ron/Yee See.

Keberanian Praveen/Melati dalam memberi tekanan kepada Pang Ron/Yee See yang menurutnya kurang. ’’Andaikan pada gim ketiga permainan Praveen/Melati lebih berani, saya pikir hasilnya akan lain. Mereka harus konsisten. Di gim kedua sudah bagus kenapa di gim ketiga hilang. Harus all out,’’ pesan Rionny.

Meskipun Indonesia gagal melangkah ke partai puncak Piala Sudirman tahun ini, Rionny masih berharap spirit pebulutangkis Indonesia masih berkobar. Apalagi pekan depan sudah berhadapan dengan Piala Thomas dan Uber di Aarhus, Denmark (9 – 17 Oktober). (Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.