Maka tradisi sekarang ini yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin dimana mereka gemar bersedekah baik dalam bentuk uang atau dengan memberi makanan baik sarapan atau makan siang, baik di masjid masjid atau di tempat lainnya adalah hal yang positiv yang dilakukan oleh para salafus shalih walaupun tentunya tidak hanya mencukupkan diri bersedekah di hari Jum’at saja akan tetapi tetap dianjurkan bersedekah tiap hari sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi : “Setiap pagi hari di mana para hamba berada di dalamnya, ada dua malaikat yang turun seraya malaikat pertama berdoa; ‘Ya Allah, berikanlah pengganti bagi orang yang bersedekah. Dan malaikat satunya lagi berdoa; ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan bagi yang tidak mau bersedekah.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Diantara kedahsyatan sedekah adalah sebagai penyelamat dari kesulitan dan kesusahan dipadang mahsyar pada hari kiamat, hal ini sebagaimana diriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Amer dari Nabi, beliau bersabda : “Setiap orang berada dibawah naungan sedekahnya hingga diputuskan (perkara) diantara manusia”
(HR Ahmad, Ibnu Hibban, Shahih Targhib wat Tarhib: 872)
Dari ‘Adi bin Hatim berkata, “Rasulullah bersabda :
“Tidaklah salah seorang di antara kalian melainkan akan diajak bicara oleh Rabb-nya dengan tanpa juru penerjemah, saat ia melihat sebelah kanannya maka ia tidak melihat selain amalnya yang pernah dilakukan, saat ia melihat sebelah kirinya maka ia tidak melihat kecuali apa yang telah ia lakukan sebelumnya, dan saat ia lihat depannya maka melihat selain neraka di depan mukanya. Maka jagalah kalian dari neraka walau hanya dengan BERSEDEKAH separoh biji kurma”.
Demikianlah diantara kedahsyatan dan keutamaan bersedekah pada hari Jumat, dan secara umum serta anjuran bersedekah pada hari Jum’at secara khusus, semoga tercerahkan. (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi