Sampai Berita Itu Datang
Sabtu, 25 September, pagi hari berita kepergian kemenakan istimewa itu serasa petir menggelegar. Seperti mimpi tidak mengenakan yang Tuhan hadirkan. Ziyad Said Thalib telah dipanggil-Nya, itu sungguh berita yang menyesakkan dada.
Ziyad meninggal malam harinya, Jum’at malam, di Malaka. Ia terserang aneurisma otak (ruptured brain aneurysm), tidak tertolong dan menyebabkan kematiannya. Usianya baru 31 tahun. Tapi Allah memanggil-Nya, meminta kembali dari pengasuhan kedua orangtuanya. Allah menitipkan Ziyad, dan Allah meminta Ziyad kembali pada saatnya.
Kakanda Ferial dan suaminya, malam hari itu berangkat ke Malaka menemui sang anak terkasihnya yang sudah diwafatkan-Nya. Tidak dapat terbayangkan betapa remuk hati dan raga mereka berdua menerima ujian-Nya yang begitu dahsyat.
Begitu cepat Allah mematikannya, memisahkan dari kedua orangtuanya, adik-adiknya dan keluarga besarnya. Allah menampakkan kuasa-Nya, dan tentu itu karena kecintaannya pada Ziyad, lalu ingin memeluk-Nya, mengambilnya kembali. Banyak rahasia Allah yang itu misteri, yang tidak tampak kasat mata, tapi in Syaa Allah hanya kebaikan untuk Allah Yarham Ziyad.
Berbahagialah kemenakan terbaik dan tersayangku Ziyad, yang meninggalkan dunia dengan prestasi baik, penuh kebanggaan atasnya, beribadah pada-Nya sepenuh hati, dan kehadirannya meninggalkan banyak kenangan. Dan hanya kenangan baik dan indah yang diukirnya, dan penghormatan pada khal Ady semata yang selalu ia hadirkan, tapi juga pada lainnya.
Selamat jalan Ziyad… Khal Ady bersaksi, bahwa Ziyad anak yang baik dan sholeh, yang pantas Allah ganjar dengan jannah-Nya. Dan pada Ukhti Ferial dan Akhina Said… relakan kepergiannya, karena engkau berdua telah mendidiknya dengan baik: menghadirkan Ziyad dengan prestasi kebaikan. Bersyukurlah atas kebaikan-kebaikan itu… Al Mautu haq… (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi