Menurut Siti, batik dengan motif ciri khas Kota Bandung tersebut merupakan salah satu bentuk kreativitas yang dimiliki Kota Bandung. Karena Kota Bandung terbatas pada sumber daya alam tetapi memiliki banyak talenta.
“Kita tidak punya pertanian, hutan, laut, danau, sungai, tambang, tapi punya talenta. Hari ini kita melihat talenta itu melebihi luasnya danau, dalamnya lautan, panjangnya sungai, dan hijaunya pertanian,” ungkapnya.
Siti pun berterima kasih kepada Dinni Adrian yang telah membuat kado yang istimewa untuk Kota Bandung yang saat ini berusia 211 tahun.
“Batik ini adalah goresan rasa dan warna yang mewakili dari suasana yang ingin ditampilkan dan diperlihatkan. Intinya saya sangat mengagumi dan tentu saja sangat bangga di Kota Bandung ada pengrajin batik yang berbeda dari biasanya,” kata dia.
“Semoga sukses, dan kita tunggu ekspresi dari Bandung Heritage yang memiiki banyak sekali ikonik-ikonik yang bisa dituangkan dalam kain,” harap Siti.
Sedangkan Wakil Ketua Dekranasda Kota Bandung, Yunimar Mulyana menilai, batik buatan Dinni Adrian unik dari segi warna dan gambar yang ditampilkan.
“Dari pengrajin-pengrajin yang saya lihat ada di Dekranasda, ini sesuatu yang unik dan berbeda, tetapi betul-betul menampilkan Kota Bandung, orang bisa melihat ini Kota Bandung,” kata Yunimar.
“Saya suka ini karena warnanya berbeda dari batik biasanya dan sesuatu yang baru. Ini bisa diperkenalkan ke Kota Bandung bahwa ada Pelaku Usaha batik yang menampilkan suasana berbeda dengan batik lainnya,” ucap Yuni. (iwa ahmad sugriwa)
Editor: Iwa Ahmad Sugriwa

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi