Senin, 22 Juni 2026, pukul : 06:52 WIB
Surabaya
--°C

Sisi Lain Napoleon Bonaparte, Syahganda Nainggolan: Cocok Jadi Kapolri

Sementara itu, Ahmad Yani merespons beberapa pihak membahas Napoleon. Salah satunya dari PBNU, yaitu Ramadi Ahmad. Dia menuduh surat terbuka Napoleon sengaja disebarkan untuk mencari simpati publik.

” Saya kira pak Napoleon tidak dalam kontek untuk mencari simpati publik. Dia bukan politisi, tidak ada kepentingan nya untuk dapat dukungan publik. Ada juga pernyataan dari kawan-kawan kita dari PBNU juga memberikan dukungan kan kepada Napoleon Bonaparte. Tapi menurut saya itu yang selalu saya ingatkan betul kepada pemerintah saat ini. Mengenai suasana keterbelahan, suasana penodaan agama marak terjadi tujuh tahun belakangan ini. Sebelum itu kita tidak pernah mendengar peristiwa-peristiwa semacam itu.  Kalaupun ada langsung di ambil dan diproses. Ingat Permadi ? Itu kan cepat diproses. Kasus nabi palsu langsung diambil, selesai.

Terus yang mengaku jibril, Lia Amirudin, juga cepat selesai. Nah ini sekarang ada orang yang berulangkali nantang bahkan bahkan Abu Janda hanya sempat diam sebentar, sekarang ngoceh lagi. Menyatakan islam agama teroris.  Itu jelas penodaan agama, tapi kan tidak diproses. Deni Siregar menyatakan santri-santri itu bibit teroris dan lain sebagainya. Bahkan ada yang sekarang ini yang menyatakan santri yang tidak mau mendengar lagu dituduh bibit-bibit ekstrim. Padahal, tidak mau mendengar lagu-lagu itu kan bagian cara menghafal Al-Qur’an.

BACA JUGA  Tragedi Dialog UGM, Ketika Dua Bahasa Bangsa Tidak Lagi Saling Mengerti (Bag-2)

Menurut Yani, sekarang penistaan model begitu marak dan tumbuh subur saat ini. Itu yang menurut saya seperti api dalam sekam. Kalau kita tanya orang tua-tua dulu, dia bilang peristiwa semacam itu, pernah dia alami menjelang peristiwa G30S PKI. Istilah – istilah kadrun mulai muncul lagi. Itu kan teror- teror yang pernah dikeluarkan oleh PKI. Terus orang-orang yang anti Arab mengolok- olok Arab. Mereka sesungguhnya Islam fobia, bukan Arab. Tapi diselubungkan sedemikian rupa. Itu mendapatkan tempat di negara kita yang berazaskan Pancasila yang berketuhanan yang maha Esa. Ini yang menurut saya, ada unsur pembiaran yang luar biasa. Kalau katup-katup saluran resmi yang dianggap tempat mencari keadilan itu sudah tumpul, sudah tidak mungkin maka rakyat akan mencari jalannya sendiri. Itu yang berbahaya.

Napoleon bertindak terhadap M Kace untuk membongkar saluran yang tersumbat itu. Orang seperti M. Kece memang bisa membahayakan persatuan dan kesatuan serta perpecahan umat beragama.

Napoleon Bonaparte pasti merasakan pengalaman traumatis itu karena dia mantan densus. Pasti punya data-data lengkap.

Dia membuat surat terbuka tentu dengan pertimbangan dan proyeksi masa depan. Itulah saya katakan, sesungguhnya harusnya Napoleon diberi reward. Bukan kita maki-maki. Diberikan reward penghargaan memberikan kanalisasi untuk menyalurkan hal-hal seperti itu Kalau tidak, kita tidak bisa membayangkan ledakannya. Perumpaman balon yang bisa meledak, tapi kalau dilubangin sedikit membuat ada ventilasi. Itu konteksnya mengapa saya bilang, seharusnya kita memberikan penghargaan kepada Napoleon Bonaparte yang mampu menampung kemarahan umat baik di dalan maupun di luar,” panjang lebar Yani memaparkan.

BACA JUGA  Mengenal Glory Harimas Sihombing Tersangka ke-6 Skandal Megakorupsi BGN

Syahganda menimpali. Napoleon memang selalu bilang pemimpin itu harus berani menanggung resiko. Dalam soal M Kece demi menciptakan ventilasi Napoleon memikul risikonya sendiri. Napoleon ini orang luar biasa. ” Saya ulangi. Saya baru ketemu orang seperti dia yang leadershipnya tinggi dan pinter sekali. Bahasa inggrisnya fasih seperti orang inggris,
Kelebihan Napoleon yang lain, dia familyman, demokrasi dengan anak, anaknya sekolah di Amerika di NewYork. Jangan lagi bilang dia radikal islam, dia bukan radikal islam.
Kita tidak boleh berstigma bahwa dia itu jadi terpengaruh Habib Rizieq atau tidak. Dia manusia inspiring.

Kenapa kamu namanya Napoleon? Saya pernah tanya begitu. Jawabnya : Karena bapak saya pengagum jendral Napoleon Bonaparte, jendral yang paling berpengaruih sepanjang sejarah dunia yang menjadi emperor Perancis. Bapaknya menitip pesan kepadanya supaya berlaku seperti Napoleon Bonaparte Itulah yang membuatnya tersandera oleh nama besar Napoleon. Dia juga bercita-cita seumur hidup pengin seperti Napoleon Bonaparte. (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.