Kamis, 7 Mei 2026, pukul : 20:46 WIB
Surabaya
--°C

PM Britania Raya: Krisis Pangan dan Bahan Bakar akan Ada hingga Natal

London-Kempalan: Perdana Menteri Britania Raya, Boris Johnson mengatakan bahwa pemerintah tidak bisa memiliki cara untuk mengatasi dan membenahi semua permasalahan yang ada pada saat ini karena yang menjadi biang permasalahan adalah rantai pasokan yang bermasalah.

Boris Johnson pada akhirnya mengakui bahwa sejak beberapa bulan belakangan, rantai pasokan industri yang ada di Britania Raya sangat bermasalah, namun ia memberikan janji bahwa semua ekonomi akan normal sekiranya setelah Natal tahun ini.

Artinya adalah bahwa kemungkinan besar permasalahan krisis yang ada di Britania Raya mulai dari krisis pangan hingga krisis bahan bakar akan bertahan hingga Natal mendatang.

Dalam hari pembukaan konferensi Partai Tory, terlepas dari banyaknya laporan antrean yang ada di penjuru negeri, ia memastikan bahwa isu krisis bahan bakar “Mereda”. Ia juga mengatakan bahwa ekonomi Britania Raya pada saat ini sedang dalam masa yang buruk karena gagalnya sistem ekonomi yang dipakai pada saat ini.

Kemudian ia mengatakan bahwa pemerintah Britania Raya telah memiliki beberapa opsi untuk menanggulangi permasalahan, namun karena memang adanya industri yang juga bermasalahm ia sedikit pesimis dengan mengatakan bahwa industri yang ada harus beradaptasi.

“Kami mengetahui secara pasti permasalahan yang ada dan kami akan memberikan langkah yang baik ketika memang diperlukan. Kami disini ada untuk membantu industri yang ada. Namun, secara fundamental, industri sendiri lah yang harus beradaptasi dan menyelesaikan dengan caranya sendiri” ucap Boris Johnson.

Karena pada akhirnya, bisnis dan industri tersebut lah yang akan menjadi pemberi solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan rantai pasok yang bermasalah. Pemerintah tidak bisa masuk dan membenahi segalanya untuk mengatasi permasalahan tersebut” ucap tambahnya.

(HuffPost, Muhamad Nurilham)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.