Washington D.C-Kempalan: AS menyampaikan keresahannya terkait kemunculan jet militer Tiongkok di Air Defense Identification Zone (ADIZ, Terj: Zona Pertahanan Udara).
Diketahui, jet milik militer Tiongkok telah mengudara selama tiga hari lamanya di Zona Pertahanan Udara tersebut. Hal ini dapat dianggap sebagai ancaman kedaulatan bagi Taiwan.
Sebelumnya, ADIZ atau Zona Pertahanan Udara yang ada di negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Korea Utara dan Taiwan mengalami tumpang tindih klaim.
Bagi Tiongkok, mengudara di sekitar ruang udara Taiwan merupakan hal yang legal karena Taiwan masih berada dalam zonanya, namun menurut klaim Taiwan, Tiongkok telah melanggar batas negara sehingga dikatakan pelanggaran besar.
Karena itu, AS memperingati Tiongkok untuk menyetop semua tindakan provokatifnya dengan mengudara di ruang udara Taiwan selama tiga hari belakangan.
“Pihak AS sangat mengkhawatirkan tindakan Republik Rakyat Tiongkok yang sangat provokatif di dekat Taiwan. Tindakan tersebut sangat bisa menyebabkan destabilisasi, risiko hingga mengganggu perdamaian di kawasan” ucap Ned Price yang merupakan juru bicara Departemen Pertahanan AS.
“Kami memaksa pihak Beijing untuk menyetop semua tindakan tekanan militer, diplomatik, dan ekonomi yang diberikan kepada Taiwan” ucap tambahnya.
Diperkirakan, ada 39 pesawat angkatan udara dari Tiongkok yang memasuki Zona Pertahanan Udara Taiwan yang menjadikannya rekor adanya pesawat memasuki Zona Pertahanan Udara dalam dua hari berturut turut.
Kemudian, Menteri Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa di hari Senin (3/10) saja, terdapat 16 pesawat jet yang memasuki zona kedaulatannya. (DW, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi