Senin, 18 Mei 2026, pukul : 18:20 WIB
Surabaya
--°C

Masjid Raya Sriwijaya, Bakal Termegah di Asia, Uangnya Dikorup lalu Ambyar

Oleh: Masayu Indriaty Susanto

KEMPALAN: Penangkapan mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin bikin heboh. Apalagi salah satu kasus yang menjeratnya adalah dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Raya Sriwijaya. Publik tercengang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berang, bahkan sudah menyebut-nyebut soal hukuman mati.

Sebenarnya wajar saja jika banyak pihak geram. Jika korupsi dianggap jahat, maka jika uang yang dikorup adalah uang untuk membangun masjid, itu akan dianggap jahat sekali. Proyek yang terkait penyelenggaraan ibadah keagamaan secara nalar harusnya steril dari penyelewengan. Harusnya pelakunya ekstra takut dengan Tuhan.

Namun inilahnya kenyataannya. Perilaku korup sudah tak pandang bulu. Dana haji dan pengadaan Alquran pun juga dikorup. Dana bantuan untuk orang miskin pun diembat. Suatu ironi di sebuah negara religi.

Masjid itu seharusnya begitu indah, artistik, dan futuristik. Mulai dibangun tahun 2015. Lokasinya di kawasan Jakabaring, sebuah area reklamasi, tidak jauh dari Jembatan Ampera di Palembang.

Apalagi kasus Masjid Sriwijaya ini melibatkan duit yang jumlahnya jumbo, Rp 130 miliar. Itu adalah duit rakyat Sumsel, yang daerahnya kini disebut sebagai ranking 10 provinsi termiskin di Indonesia. Dan kasus ini juga menyeret sejumlah nama besar. Termasuk Giri Ramanda Nazaputra Kiemas, keponakan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie.

Keduanya sudah diperiksa sebagai saksi atas sengkarut duit pembangunan masjid kontroversial ini. Yang menjadi tersangka pun “orang-orang besar” di provinsi yang dijuluki Bumi Sriwijaya itu. Karena itulah banyak yang menjuluki kasus ini sebagai kejahatan yang nyaris sempurna.

Menyambut Asian Games

Masjid itu seharusnya begitu indah, artistik, dan futuristik. Mulai dibangun tahun 2015. Lokasinya di kawasan Jakabaring, sebuah area reklamasi, tidak jauh dari Jembatan Ampera di Palembang.

Masjid itu seharusnya begitu indah, artistik, dan futuristik. Mulai dibangun tahun 2015. Lokasinya di kawasan Jakabaring, sebuah area reklamasi, tidak jauh dari Jembatan Ampera di Palembang.

Grand design-nya memperlihatkan bangunan masjid adalah perpaduan unsur geometri Islam dan motif songket, kain tradisional kebanggaan Sumatera Selatan. Pilar-pilar futuristik juga menghiasinya. Desain lanskap yang unik juga disiapkan untuk taman yang mengelilingi masjid yang digadang akan menjadi pusat peradaban Islam, khususnya di Sumsel itu. Berbagai tumbuhan akan ditata dengan motif songket jika dipandang dari atas. Akan disediakan juga pedestrian yang besar untuk pejalan kaki.

Gubernur Sumsel saat itu, Alex Nurdin mengungkapkan, masjid itu akan sangat fenomenal. Didesain sangat berbeda dengan masjid yang pernah dibangun di Indonesia. Lahan yang disiapkan 20 hektar. Total dana yang diperlukan sekitar Rp 1,2 triliun. Dana sebanyak itu, ujar Alex Nurdin, akan diambil dari APBD, bantuan perusahaan dan masyarakat, juga donatur dari negara-negara kaya di Timur Tengah.

Alex sendiri menyatakan akan melakukan road show demi menggalang dana. Untuk pembangunan Masjid Sriwijaya tersebut juga dibentuk Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya (YWMS) dengan Ketua Zamzami Achmad dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjadi ketua pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

Prof  Jimly Asshiddiqie sendiri didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina YWMS. Yayasan itulah yang menerima transfer dana tahap awal dari APBD Sumsel sebesar Rp 130 miliar. Juga Rp 450 juta sumbangan dari PT Pusri.

Di sinilah awal masalah bermula. Diguyur dana sebanyak itu, masjid impian itu tak berwujud juga. Padahal, niat awalnya, masjid itu disiapkan untuk menyambut Asian Games 2018. Namun hingga kini, jejaknya hanya berupa gundukan pondasi dan beberapa tiang, dikelilingi lahan kosong berilalang tinggi.

Hal itu pastilah menarik perhatian Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel yang kantornya hanya berjarak 500 meter dari lokasi rencana pembangunan Masjid Sriwijaya itu. Saat pemeriksaan dilakukan, berbagai kejanggalan pun segera ditemukan.

Kantor YWMS sendiri, penerima dana hibah pembangunan masjid, ternyata bukan di Palembang. Namun di Jakarta, tepatnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat ditelusuri, kantor itu saat ini adalah toko kosmetik. Namun, pengurus RT setempat mengakui jika dulu kantor itu pernah digunakan sebagai base camp pemenangan Gubernur Sumsel Alex Nurdin. Namun dia mengaku tidak tahu menahu soal masjid di Palembang.

Masjid itu seharusnya begitu indah, artistik, dan futuristik. Mulai dibangun tahun 2015. Lokasinya di kawasan Jakabaring, sebuah area reklamasi, tidak jauh dari Jembatan Ampera di Palembang.

Berbagai temuan janggal itu berujung penangkapan. Termasuk Eddy Hermanto selaku Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya. Mantan Sekda Pemprov Sumsel Mukti Sulaiman dan mantan Plt Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel Ahmad Nasuhi. Ada 6 tersangka sudah menjalani persidangan terkait kasus ini di Palembang. Dari para tersangka ini, sudah pula disita berbagai harta benda yang diduga merupakan wujud dari duit haram itu. Ada yang berupa mobil, ruko, tanah, dan sebagainya.

Semerbak kasus ini sampai di Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan dan melakukan supervisi. Tangan sakti KPK kemudian membuat jumlah tersangka bertambah menjadi 9 orang. Puncaknya, adalah penangkapan Gubernur Sumsel 2008-2018 Alex Nurdin yang menghebohkan itu.

Pada persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Alex Nurdin disebut menerima Rp 2,4 miliar dana hibah tersebut. Lalu kemana sisanya? Kita tunggu saja ke mana kasus ini akan bermuara.

Namun yang jelas, jika tersingkap tuntas, ini akan menjadi angin segar bagi dunia hukum di tanah air. Dan gundukan pondasi bangunan dan tiang-tiang terlantar, dengan pintu gerbang yang nyaris roboh di Jakabaring Palembang, menjadi saksi jika tidak ada kejahatan yang sempurna. (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.