Menu

Mode Gelap

Kempalandok · 21 Sep 2021 14:45 WIB ·

Mahasiswa Fakultas Teknobiologi UBAYA Buat Effervescent dari Buah Jamblang


					Mahasiswa Program Studi Biologi Program Kekhususan Bionutrisi dan Inovasi Pangan Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA), Linus Nara Pradhana olah buah jamblang menjadi effervescent. Perbesar

Mahasiswa Program Studi Biologi Program Kekhususan Bionutrisi dan Inovasi Pangan Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA), Linus Nara Pradhana olah buah jamblang menjadi effervescent.

SURABAYA –KEMPALAN: Mahasiswa Program Studi Biologi Program Kekhususan Bionutrisi dan Inovasi Pangan Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA), Linus Nara Pradhana olah buah jamblang menjadi effervescent. Masyarakat masa kini sudah jarang mengonsumsi buah jamblang karena rasanya yang khas dan termasuk buah langka. Oleh sebab itu, Linus berkreasi mengolah buah jamblang menjadi effervescent agar bisa diterima dan dikonsumsi oleh masyarakat luas. Proses pembuatan effervescent tablet dari buah jamblang dijelaskan oleh Linus Nara Pradhana di Gedung Fakultas Teknobiologi, Selasa (21/9/2021).

“Rasa buah jamblang ini sangat khas sehingga tidak semua orang bisa mengonsumsi buah secara langsung karena sepat dan masam. Oleh karena itu, saya membuat effervescent dari buah jamblang sehingga lebih praktis, rasa lebih enak karena ada campuran sodanya dan bisa diterima masyarakat luas. Cara mengonsumsinya cukup mudah dengan memasukkan effervescent ke dalam air, setelah larut bisa langsung diminum,” ucap Linus Nara Pradana.

Mahasiswa Program Studi Biologi Program Kekhususan Bionutrisi dan Inovasi Pangan Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA), Linus Nara Pradhana olah buah jamblang menjadi effervescent.

Mahasiswa yang akan diwisuda 30 Oktober mendatang ini mengungkapkan bahwa keinginannya adalah memperkenalkan buah jamblang melalui produk minuman kekinian dalam bentuk effervescent. Buah jamblang atau biasa dikenal duwet memiliki bentuk menyerupai anggur namun sedikit lonjong dengan rasa buah yang khas. Kadang buah ini juga disebut plum Jawa. Saat ini buah jamblang semakin jarang ditemukan dan hanya sedikit orang yang masih mengonsumsi buah tersebut. Padahal buah ini kaya manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh.

Menurut Yayon Pamula Mukti, S.TP., M.Eng. selaku Dosen Fakultas Teknobiologi UBAYA Program Kekhususan Bionutrisi dan Inovasi Pangan mengungkapkan jika buah jamblang mengandung banyak nutrisi baik makro maupun mikro yang berkhasiat bagi tubuh seperti protein, vitamin C, B2 dan B3, serta beberapa mineral seperti fosfor dan zat besi.

“Selain kaya akan nutrisi, buah jamblang juga tergolong dalam pangan fungsional karena kandungan antioksidan yang bervariasi seperti asam galat, antosianin, dan malvidin. Kandungan antioksidan pada buah jamblang dipengaruhi oleh tingkat kematangannya. Semakin matang (berwarna merah – ungu tua), semakin tinggi kandungan antioksidannya.” jelas Dosen Pembimbing Skripsi, Yayon Mukti.

Pembuatan produk effervescent dari buah jamblang merupakan skripsi milik Linus yang berjudul ‘Pengaruh Penambahan Ekstrak Buah Jamblang Te rhadap Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Serbuk Effervescent Buah Jamblang’. Proses pengerjaan skripsi ini berjalan selama 3 sampai 4 bulan mulai dari pengumpulan riset, proses produksi hingga uji organoleptik terhadap 40 orang terkait warna, rasa, bau dan sensasi soda pada produk.

Mahasiswa Program Studi Biologi Program Kekhususan Bionutrisi dan Inovasi Pangan Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA), Linus Nara Pradhana olah buah jamblang menjadi effervescent.

Proses pembuatan effervescent dari buah jamblang membutuhkan waktu sekitar tiga hari. Buah jamblang yang sudah matang dicuci bersih dengan air mengalir. Kemudian dipotong-potong dan direndam dengan alkohol 70 persen. Setelah itu didiamkan di suhu ruang selama kurang lebih 2 hari. Proses ini disebut dengan metode ekstraksi maserasi. Langkah selanjutnya adalah memisahkan ekstrak dengan alkohol menggunakan alat rotary evaporator. Tujuannya untuk menghasilkan ekstrak buah jamblang dengan kandungan atau konsentrasi lebih pekat. Ekstrak buah jamblang tersebut kemudian diproses dengan alat spray dryer untuk mengubah ekstrak yang berbentuk cair menjadi serbuk. Setelah itu, serbuk dicampur dengan soda kue, asam sitrat dan bahan yang lain untuk membuat effervescent. Tahap terakhir adalah mencetak serbuk effervescent berbentuk tablet.

Selama melakukan penelitian, Linus menghadapi kesulitan dalam mencari buah jamblang. Menurutnya buah jamblang sudah termasuk buah yang langka sehingga cukup menantang. Proses pembuatan pun harus dilakukan dengan hati-hati. Linus berharap produknya tersebut dapat dilakukan penelitian lebih lanjut agar tercipta produk yang memiliki khasiat utuh dari buah jamblang. Melalui fasilitas dan sarana prasarana yang semakin lengkap di Fakultas Teknobiologi UBAYA saat ini, ia percaya akan muncul beragam inovasi atau kreasi produk lain yang lebih baik ke depannya dari mahasiswa terutama dalam memanfaatkan buah jamblang.

“Penelitian seperti ini tidak banyak yang membuat, sehingga saya harus trial sendiri. Pada trial pertama, maltodekstrin terlalu sedikit sehingga serbuk menjadi lengket seperti susu yang lama dan menggumpal. Kemudian mencoba lagi kedua, akhirnya berhasil sehingga bisa dibentuk menjadi tablet. Saya berharap nantinya produk ini dapat dikembangkan lagi dan bisa melestarikan buah jamblang yang penuh khasiat,” kata alumnus SMA Negeri 16 Surabaya. (*)

Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 136 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Khofifah Berharap Jepang Kerjasama dengan RSUD dr. Soetomo

26 Oktober 2021 - 05:36 WIB

Polresta Sidoarjo Gencar Lakukan Vaksinasi dan Prokes Keliling Desa

25 Oktober 2021 - 18:59 WIB

Percepat Vaksinasi, Kapolresta Sidoarjo Keliling Desa

24 Oktober 2021 - 20:09 WIB

Hari Dokter Nasional 2021, Khofifah Kirim Tumpeng ke Para Dokter RS

24 Oktober 2021 - 17:07 WIB

Ketua DPD RI Sambut Baik Vaksin untuk Anak-anak

24 Oktober 2021 - 12:10 WIB

Siswa di Kediri Terpapar Covid-19 saat PTM, Ketua DPD RI Minta Daerah Lain Antisipasi

23 Oktober 2021 - 05:23 WIB

Trending di Kempalandok