WARSAWA-KEMPALAN: Polandia telah memutuskan untuk tidak lagi meneken lanjutan kontrak suplai gas dari Rusia pada Oktober tahun mendatang. Polandia akan mendapatkan suplai gas baru dari Utara atau melalui New Baltic Pipe dengan alasan bahwa mereka tidak ingin terlalu bergantung terhadap Rusia.
Sebelumnya, kedua negara tersebut melakukan kontrak dengan nama Yamal Contract yang ditandatangani oleh perusahaan gas Polandia yaitu PGNiG dengan perusahaan gas Rusia yaitu Gazprom pada 25 September 1996. Kontrak tersebut akan berakhir tahun depan pada Desember 31.
“Kontrak gas dengan Rusia akan berakhir pada tahun depan dan kami tidak akan memperpanjangnya,” ucap Piotr Naimski yang merupakan perwakilan komisioner infrastuktur energi Polandia.
Ia juga menambahkan bahwa Polandia tidak ingin dan tidak akan ketergantungan terhadap suplai gas dari Rusia.
Sebagai gantinya, Polandia akan mendapatkan suplai gas dari laut Baltik yang berasal dari perusahaan gas di Norwegia dan transit di Denmark hingga pada akhirnya tiba di Polandia. Menurut Polandia, hal ini merupakan langkah yang tepat untuk diversifikasi suplai gas supaya tidak terlalu ketergantungan.
Denmark dianggap sebagai mitra yang tepat bagi Polandia untuk dapat lepas dari Rusia. Ia juga mengatakan bahwa Denmark juga membantu perlindungan lingkungan di Polandia hingga melindungi beberapa permasalahan lainnya mulai dari biodiversitas dan lainnya.
“Sesuai dengan perkiraan kami, semuanya akan selesai tepat waktu pada Oktober tahun 2022,” ucap Piotr Naimski.
Rusia juga sedang melakukan kerjasama besar-besaran dengan Jerman dalam konteks penyediaan gas melalui pipa barunya yaitu Nord Stream 2 yang dikabarkan akan beroperasi dalam waktu dekat ini. Nord Stream 2 milik Rusia memiliki banyak kritik dari beberapa negara Barat karena dianggap sebagai upaya hegemoni minyak Rusia di Eropa yang akan berdampak pada monopoli harga gas. (TheFirst. Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi