Sabtu, 20 Juni 2026, pukul : 13:47 WIB
Surabaya
--°C

Relasi Turki-Rusia Semakin Erat di Tengah Tensi AS

Ankara-Kempalan: Relasi antara Presiden Turki, Erdogan dengan Presiden Rusia, Putin menjadi semakin erat di tengah semakin panasnya tensi hubungan keduanya dengan AS. Pada Rabu (29/9) silam, kedua pemimpin negara tersebut bertemu yang semakin memberikan tanda bahwa Turki telah memiliki alternatif “Mitra” baiknya dalam konteks perdagangan dan militer.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Sochi, Rusia selama tiga jam lamanya, kedua pemimpin tersebut berdiskusi mengenai pengadaan alat militer, perdagangan hingga rencana reaktor nuklir yang akan dibandung di Turki.

Hubungan Turki-Rusia telah lama baik dan sering bertemu untuk menyelesaikan suatu permasalahan seperti misalnya dalam konflik di Nagorno-Karabakh ketika kedua negara ini berada di sisi yang sama. Namun, kedua negara ini juga pernah berada di sisi yang berbeda dalam konflik di Suriah dan Libya. Namun adanya hal tersebut tidak menjadli penghalang bagi mereka untuk semakin menjalin hubungan yang semakin erat pada saat ini.

BACA JUGA  Siapa Doni Wijanarko

Sebelumya, dalam wawancara di salah satu media AS, Presiden Erdogan mengatakan bahwa pihaknya akan membeli kembali misil S-400 buatan Rusia. AS dan NATO geram akan hal tersebut namun Turki memiliki justifikasi bahwa urusaan keamanan negaranya akan ditentukan secara mandiri tanpa takut ancaman dari pihak lain.

“Kami membeli senjata yang kami inginkan” ucap Erdogan dalam wawancara tersebut yang kemudian menandai bahwa Turki memiliki hak untuk menentukan dirinya sendiri. Ia juga memberikan jawaban bahwa tindakannya dapat menyebabkan friksi dengan AS dan negara Barat lainnya, namun ia mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Erdogan juga menjelaskan bahwa relasi dengan Rusia menjadi sangat penting dalam konteks geopolitik untuk memperlemah NATO dan Uni Eropa. Ia juga mempertanyakan mengapa AS seolah-olah memberitahukan kepada negaranya apa yang harus dan apa yang tidak harus dilakukan.

BACA JUGA  Tragis!, Kericuhan Pecah di Jalan Sehat Tahun Baru Islam Pemprov Jatim, Kotak Undian Ditumpahkan Massa

Saat ini, Turki sedang membangun pos Nuklir pertama yang akan dibangun oleh Rusia. Turki juga semakin membuka secara lebar jalur gas pipa Rusia yang melewati Laut Hitam.

(NYTimes, Muhamad Nurilham)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.