Senin, 20 April 2026, pukul : 00:46 WIB
Surabaya
--°C

Wayangan Online di Era Pandemi ala ITS

SURABAYA-KEMPALAN: Huruf ‘T’ dalam singkatan ‘ITS’ memang berarti ‘ Teknologi’, tapi tidak lantas bermakna ITS hanya berbicara tentang teknologi. ITS juga berbicara tentang seni dan budaya. Juga tentang wayang kulit. Kaidah dasarnya: Meneruskan tradisi yang baik, dan seiring waktu, terus berupaya mencari yang lebih baik.

Dalam rangka Hari Ulang Tahunnya yang ke-61, ITS akan menyelenggarakan wayangan ON Line pada Sabtu malam Minggu, 11 September 2021 mulai jam 19.00 WIB di kanal: Youtube Channel ITS TV.
Wayangan akan diselenggarakan di pendopo Ki Dalang Sigid  Ariyanto di Rembang, kemudian di-streaming-kan ke ITS dan di-pancar-luaskan dari ITS.

Dalangnya dalang spesial: Ki Sigid Ariyanto. Dalang muda yang sedang naik daun. The rising star dalam dunia perdalangan. Karawitan pengiringnya juga spesial: Karawitan Cakraningrat. Lakonnya lakon sangat spesial tentang manusia pembelajar yang dapat melampaui segala kendala, termasuk ketidak-bisaan belajar tatap muka: Palguna-Palgunadi, Manner Before Knowloge.

Lebih dari manusia pembelajar dengan semangat belajar berkobar-kobar pantang menyerah. Sang tokoh dalam lokon menjunjung sangat tinggi adab dan akhlaq.

Sinopsis lakon:
Palguna-Palgunadi, Manner Before Knowledge.
Sinopsis Lakon Wayang: Palguna-Palgunadi, Manner Before Knowledge

Palguna-palgunadi adalah cerita tentang manusia pembelajar. Juga cerita tentang adab dan akhlaq bagi pembelajar.

Ketika remaja, Palguna bernama Bambang Ekalaya. Seorang putra mahkota dari Kerajaan Nisada.

Bambang Ekalaya adalah pewaris Kerajaan Nisada. Pengukuhannya sebagai raja hanya tinggal menunggu waktu. Tapi dia lebih tertarik berangkat mencari ilmu dan berguru kepada Guru Durna (baca: Dosen Durna). Bambang Ekalaya lebih tertarik kuliah daripada mewarisi takhta.

Bambang Ekalaya berangkat berguru (baca: kuliah) ke Dosen Durna, tapi tertolak. Karena semangat belajarnya yang luar biasa, ia belajar ‘daring’ dengan cara membuat patung Dosen Durna. Ia takdzimi patung Dosen Durna dengan ketakdziman sebagaimana ketemu langsung dan berguru langsung kepada Dosen Durna. Adab dan akhlaq yang luar biasa.

Ketika selesai berguru, Bambang Ekalaya lulus summa cumlaude, bahkan mengungguli Arjuna yang merupakan murid (baca: mahasiswa) resmi dan berguru langsung kepada Dosen Durna. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.