Jumat, 26 Juni 2026, pukul : 00:27 WIB
Surabaya
--°C

Alim, Arek Mojosari yang Bangkit dari Cemoohan

 TOKYO-KEMPALAN: ’’Kenali potensi dirimu. Buat orang mengenalmu karena kelebihanmu, bukan kekuranganmu,’’ begitulah yang diungkapkan Khalimatus Sadiyah dalam situs resmi NPC Indonesia sebelum berangkat ke Paralimpiade, di Tokyo.

Alim (begitu dia biasa disapa) benar-benar mampu memotivasi dirinya sendiri. Sehingga, Sabtu petang (4/9) dia mampu mengantarkan Indonesia Raya berkumandang di Yoyogi National Gymnasium, Tokyo.

Alim emas Indonesia (Antara)

Berpasangan dengan Leani Ratri Oktila, Alim pun mempersembahkan medali emas bagi Indonesia dalam cabor olahraga nomor ganda putri SL3-SU5. Pasangan Ratri-Alim mengalahkan ganda putri China Cheng Hefang-Ma Huihui 21-18 21-12.

Atlet para badminton asli Mojosari, Mojokerto, itu memanen hasil dari kekuatannya saat masih kecil. Kekuatan mendengarkan setiap cemoohan orang yang menghampiri telinganya soal kekurangan dalam fisiknya.

Alim yang akan berulang tahun ke-22 pada 17 September mendatang itu sudah mendapat perlakuan seperti itu sejak kecil hingga remaja. Dia sudah mulai berlatih bulutangkis sejak duduk di bangku kelas 5 SD. Saat itu dia bersekolah di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Mojokerto.

BACA JUGA  Abdul Salam Kembali, Shindoka Jatim Fokus Bangkit
Alim emas Indonesia (NPC Indonesia)

Dia berlatih di Bendo Sport Mojosari. Tetapi, pada saat itu dia bersikukuh ingin berlatih dan bermain bulutangkis pada kategori normal. Masalahnya, dia tidak masuk dalam kriteria tersebut. Meski begitu, dia tetap optimistis bisa bersaing dengan atlet pada umumnya.

’’Karena saya merasa saya mampu,’’ sebut Alim yang pernah mempersembahkan medali emas bagi Indonesia dari cabor bulutangkis nomor ganda putri SL3-SU5 dalam ajang Asian Paragames 2018 itu.

Dengan keterbatasan fisik yang dia punyai, Alim memang kerap dipandang sebelah mata. Dia sempat merasakan situasi yang dihindari teman-temannya. Tapi, dia mengubah cemoohan itu dengan hal yang positif.

Tekad dan keteguhan Alim itu pun tercermin dari kesehariannya. Alim selalu disipin saat berlatih. Seminggu, dia bisa berlatih lima kali. Setiap latihan, dia selalu mengayuh sepeda angin dari pesantrennya. ’’Hujan-hujan pun saya tetap berangkat,’’ sambungnya.

BACA JUGA  Komposisi Belum Solid, Indonesia Ditekuk Korea Selatan Tiga Set Langsung

Yang unik, sukses Alim di Tokyo ini seolah mengikuti sukses idolanya, Greysia Polii. Di Olimpiade 2021, seperti yang sudah diketahui, Greysia yang berduet dengan Apriyani Rahayu itu mempersembahkan emas bagi Indonesia di ganda putri.

Jika Greysia bersama Apri, maka Alim yang berduet dengan Ratri. ’’Dia seperti memberi motivasi kepadaku. (Dengan melihat sukses Greys) saya pun jadi semakin terpacu memenangkan permainan,’’ kenang Alim. (Yunita Mega Pratiwi)

 

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.