Paris-Kempalan: International Union for the Conservation of Nature (IUCN) yang dilaksanakan pada Jumat (3/9) di Marseille, Prancis memiliki bahasan mengenai keadaan satwa liar di bumi yang semakin berada dalam keadaan yang membahayakan pada saat ini. Konferensi internasioal ini juga mmembahas mengenai penghancuran habitat asli, agrikultur yang tidak berkelanjutan, penambangan serta pemanasan global yang semakin menjadi isu penting serta darurat bagi umat manusia.
“Kita menghadapi tantangan yang sangat besar. Kita melihat adanya perubahan iklim yang semakin memberikan dampaknya secara jelas kepada manusia. Kita juga mengamati biodiversitas yang semakin menghilang hingga permasalahan pandemi yang mengguncang ekonomi, kesehatan hingga lainnya” ucap ketua IUCN yaitu Bruno Oberle.
“Kemudian kami mengetahui bahwa semua tantangan yang ada saling memiliki keterkaitan dan memiliki hubungan yang secara langsung kepada manusia” ucap tambahnya.
Konferensi internasional yang seharusnya diadakan pada tahun 2020 namun harus diundur karena keadaan dunia yang semakin tidaak pasti kemudian baru diadakan pada tahun ini. Kemudian pada tahun 2019, konferensi IUCN membahas mengenai perjanjian global dalam bidang biodiversitas dan pemusnahan perdangangan satwa terlarang dan satwa hampir punah dalam perdagangan internasional.
Presiden Prancis yaitu Emmanuel Macron selaku negara penyelenggara juga memberikan pidatonya dan berkata bahwa tujuan dari adanya konferensi yang diadakan di Marseille tersebut adalah untuk menempatkan alam dan lingkungan sebagai prioritas utama di dunia internasional.
Ia juga berkata bahwa harapannya adalah konferensi tersebut dapat menjadi peletak pondasi dari adanya perjanjian global mengenai biodiversitas yang akan menjadi bahasan utama PBB pada April tahun mendatang di Tiongkok.
(France24, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi