Kamis, 14 Mei 2026, pukul : 09:20 WIB
Surabaya
--°C

Khofifah: Hampir 30 Persen Penduduk Jatim Sudah Divaksin

SURABAYA-KEMPALAN: Mulai Januari sampai Agustus 2021, tercatat hampir 30 persen penduduk Jawa Timur sudah divaksin. Hal ini disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara vaksinasi yang digelar Himpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri (Himpuni) se Jawa di Gedung Universitas Airlangga Concention Centre (UACC), Sabtu (28/8).

“Hari ini vaksinasi di Jawa timur sudah hampir 30 persen. Tadi kebetulan Pak Menkes (Menteri Kesehatan) baru ber-WA (WatchApp). Insya Allah akan didrop kembali,” kata Gubernur Khofifah di lokasi vaksinasi.

Menurut Khofifah, pada dasarnya kita sangat tergantung pada droping vaksin, karena semangat masyarakat untuk mengikuti vaksinasi sudah luar biasa. Untuk itu, ia menyampaikan terima kasih kepada relawan, vaksinator, dan para dokter yang sudah melakukan proses vaksinasi dari mulai tanggal 14 Januari 2021 yang lalu.

“Mudah-mudahan terus berseiring dengan suasana yang makin kondusif, Covid-19 yang terus melandai, dan kita bisa mengendalikan bersama sehingga sektor-sektor kehidupan yang lain bisa terus kita dorong bangkit bergerak,” harapnya.

Khofifah yang juga menjabat ketua IKA Unair mengatakan, vaksinasi yang digelar Himpuni di UACC ini merupakan social capital yang kita miliki. Social capital di mana alumni perguruan tinggi negeri se Jawa memberikan kontribusi terhadap proses percepatan pengendalian Covid-19.

“Jadi, vaksinasi ini diinisiasi oleh teman-teman alumni perguruan tinggi negeri se Jawa, kebetulan saya ketua IKA Unair. Nah, bertempatlah di gedung ini, Pak Rektor mengizinkan kita melaksanakannya di sini,” terang gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

“Yang ingin saya ajak, pertama ini adalah sosial capital yang dimiliki oleh Himpuni. Mereka sudah terdiversifikasi dari berbagai profesi, tapi mereka bisa bersama-sama untuk menunjukkan baktinya bagi negeri melalui vaksinasi,” sambung Khofifah.

Social capital ini menurut Khofifah, adalah sesuatu yang harus terus dibangun kekompakannya. “Kalau bahasa Jawa Timur keguyuprukunannya. Jadi, bagaimana kita tetap guyup rukun dari berbagai perguruan tinggi negeri yang berbeda, dari profesi yang berbeda, kita masih menyempatkan bertemu untuk bisa melakukan vaksinasi bersama pada hari ini dan besok,” ungkapnya.

Vaksin yang digunakan AstraZeneca. Ada 5000 target sasaran yang akan divaksin. Tapi, tidak menutup kemungkinan kalau nanti ada kesepakatan, ketika masuk pada vaksinasi dosis kedua, sangat mungkin dilakukan kembali.

Untuk lokasinya, menurut Khofifah, bisa saja di tempat lain secara bergantian. Misalnya di Undip (Universitas Diponegoro), ITB (Institut Teknologi Bandung), UB (Universitas Brawijaya), atau di UPN (Universitas Pembangunan Nasional).

Sementara itu,  Ketua IKA UB Prof Erani Yustika mengatakan, pelaksanaan vaksinasi tersebut adalah bentuk gotong royong yang bisa dilakukan alumni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se Jawa. Ia berharap kegiatan tersebut bisa dilakukan oleh alumni PTN di wilayah lain.

“Mudah mudahan ini bisa menjadi contoh alumni lain di provinsi berbeda. Semoga kita bisa menuntaskan vaksinasi ini untuk memastikan bangsa ini pulih,” katanya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.