WASHINGTON-KEMPALAN: Dengan ditolaknya proposal Joe Biden untuk menambah jangka waktu evakuasi, negara-negara di Eropa tetap berusaha untuk berjanji membantu AS dalam proses evakuasi.
Pihak Taliban sejauh ini mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memberika izin untuk penambahan waktu evakuasi internasional. Semua proses harus kelar terakhir pada tanggal 31 Agustus dan jika dilanjutkan maka akan ada konsekuensi.
Meskipun begitu, negara-negara kawan AS terlebih lagi negara-negara Eropa berjanji untuk tetap membantu AS sepenuhnya, meskipun mereka mengakui bahwa tindakan tersebut mustahil untuk dijalankan.
“Kami akan membantu sebisa mungkin hingga semuanya berhasil” ucap Boris Johnson, PM Britania Raya melansir dari Euronews.
PM Britania Raya yaitu Boris Johnson juga tetap melakukan lobi untuk dapat tetap membuka bandara meskipun telah lewat dari jangka waktu. Britania Raya telah memiliki sekitar 1000 pasukan yang ditempatkan di bandara Kabul untuk membantu sekitar 6000 pasukan AS. Negara lainnya yang ikut membantu yaitu Prancis, Jerman dan Turki.
Senior pegawai Prancis juga berkata bahwa presiden Macron sangat mendukung semua hasil yang akan didapatkan oleh AS dan kemudian Prancis akan “adaptasi” terhadap hasilnya.
“Semua keputusan berada di tangan AS, kami akan menyesuaikan” ucapnya.
Kanselir Jerman yaitu Angela Merkel juga berkata bahwa Eropa sangat tidak berdaya terhadap tindakan yang AS lakukan dan akan dapatkan dalam proses evakuasi.
“Saya ingin menegaskan kembali bahwa AS memiliki pimpinan disini. Tanpa AS, kami tidak bisa melanjutkan misi evakuasi” ucap Merkel melansir dari Euronews. (Euronews, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi