Penting! Rappler Bagikan Ilmu Mengecek Fakta

waktu baca 2 menit
Gemma B. Mendoza (Rappler).

KOTA QUEZON-KEMPALAN: Dunia digital dan media sosial adalah alat yang bisa membantu penyebaran informasi dengan mudah dan cepat, namun keduanya tidak terlepas dari kesesatan informasi dan hoaks, maka dari itu para penggunanya perlu memiliki kemampuan mengecek fakta.

Gemma Mendoza selaku kepala Strategi Digital di Rappler, media daring Filipina, menekankan hal tersebut ketika memaparkan materi dalam webinar yang diadakan oleh Philippine Institute for Development Studies yang merupakan bagian dari Sixth Biennial Meeting of the Socioeconomic Research Portal for the Philippines (SERP-P) Network.

Mendoza mengatakan medianya memulai prakarsa untuk mengecek fakta sekitar tahun 2016 ketika melihat maraknya kesesatan informasi di dunia maya. Sejak saat itu, menurutnya, Rappler bekerja sama dengan berbagai sektor, termasuk akademisi, masyarakat, dan sektor privat, bahkan menjadi mitra dalam jejaring untuk mengecek fakta.

Rappler sendiri telah bekerja dengan media pengecek fakta global bernama CoronaVirus Fact Check Alliance semenjak pandemi Covid-19. Mereka mulai menggenjot hal itu karena bertebarannya klaim palsu berkaitan dengan infomasi kesehatan.

Mendoza menjelaskan, kesesatan informasi berkaitan dengan kesehatan telah menjadi keprihatinan bagi pakar kesehatan masyarakat, bahkan WHO dan PBB menyebutnya sebagai infodemic yang berdampak kepada respons terhadap pandemi.

Media Filipina itu juga kerap mengadakan webinar mengenai cara mengecek fakta, literasi informasi, bagaimana berhubungan dengan publik, terutama bagi mereka yang tertarik dengan pengecekan fakta, melalui grup komunitas di Facebook.

Kepala Strategi Digital tersebut menyerukan kepada masyarakat untuk mengawasi penggunaan media digital mereka dan waspada akan upaya untuk manipulasi. Rappler mengajarkan bagaimana mendeteksi klaim yang meragukan dan melaporkan klaim yang sesat dan meragukan serta menyebarkan kewaspadaan.

Dalam menghadapi era pandemi dan digital yang marak dengan informasi sesat, ia menekankan pentingnya kerja sama dalam melawan kesesatan informasi yang menurutnya adalah permasalahan rumit yang membutuhkan penyelesaian yang rumit pula. (PIA, reza hikam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *