Sabtu, 18 April 2026, pukul : 05:26 WIB
Surabaya
--°C

Sebuah Kajian Perlihatkan Kamboja yang Ramah bagi Turis, Dapat Sebutan “Tanah Senyuman”

PHNOM PENH-KEMPALAN: Sebuah penelitian Expat Insider yang dilakukan oleh InterNations membuktikan Kamboja sebagai negara paling ramah keempat di antara negara dan wilayah yang memiliki sikap paling ramah terhadap penduduk asing.

Pada tahun 2017, Kerajaan Kamboja yang mendapati sebutan “Tanah Senyuman” juga masuk ke dalam sepuluh besar dengan posisi yang sama (keempat). Dari semua koresponden yang didapati secara daring, 96 persen menilai tingkat keintiman dan sikap ramah secara positif, padahal angka rata-rata global hanya mencapai 70 persen.

Menurut survei tersebut, 85 persen koresponden melaporkan penduduk setempat sebagai “ramah” dan 83 persen berpikir menetap di Kamboja adalah “mudah”. Tiga puluh sembilan persen mengatakan mereka merasa seperti berada di negara asal mereka.

Para koresponden umumnya menceritakan memiliki sedikit masalah saat tinggal di Kerajaan itu. Seorang warga Australia yang diwawancarai, misalnya, menyuarakan kepuasan dengan kemudahan “membangun hubungan dengan penduduk setempat”.

Juru bicara Kementerian Pariwisata Top Sopheak mengatakan kepada The Phnom Penh Post pada Kamis (12/8) bahwa Kamboja secara konsisten dinilai oleh lembaga pariwisata dan organisasi media internasional utama sebagai tujuan liburan utama dan salah satu negara paling ramah di dunia.

Ia menyampaikan bahwa perangkingan yang dilakukan Expat Insider kemungkinan besar akan menarik banyak orang yang mungkin memiliki maupun yang tidak memiliki ketertarikan untuk berkunjung ke Kamboja sebagai tempat liburan.

“Menempatkan Kamboja pada tingkatan atas akan membantu menarik lebih banyak wisatawan juga investor,” ujar Sopheak seperti yang dikutip Kempalan dari The Phnom Penh Post.

Ketua Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik Kamboja Thourn Sinan menunjukkan bahwa metrik tertentu yang digunakan oleh InterNations dalam penilaian dan peringkatnya tidak ditentukan, akan tetapi ia berpandangan sama dengan Sopheak, bahwa penilaian dan perangkingan itu akan memberikan pertanda baik pada negara Asia Tenggara itu.

“Setiap peringkat atau pujian teratas akan berdampak pada pemulihan bertahap di sektor pariwisata Kamboja, setelah hampir sepenuhnya stagnan sejak pecahnya krisis Covid-19 tahun lalu,” tutur Sinan. Ia juga menyampaikan, penduduk negaranya memang terkenal ramah terhadap wisatawan.

Menurut statistik resmi Kementerian Pariwisata yang diterbitkan pada 11 Agustus, pada paruh pertama tahun 2021, Kamboja menerima 102.560 wisatawan internasional, turun 91,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (TPPP, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.