KEMPALAN: Sepertinya hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah pernah mengikuti Pramuka atau minimal menggunakan baju Pramuka untuk sekolah. Dan setiap pada tanggal 14 Agustus selalu diperingati sebagai Hari Pramuka. Memang Pramuka menjadi organisasi nasional yang bersifat non-formal dengan menginternalisasikan pendidikan kepanduan di Indonesia.
Diksi Pramuka sendiri merupakan akronim dari Praja Mudah Karana, yang maknanya adalah Jiwa Mudah yang Suka Berkarya. Secara historis, Pramuka sendiri berangkat dari Sultan Hamengkubuwono IX dari kata “Poromuko” yang berarti pasukan terdepan dalam perang.
Gerakan Pramuka Indonesia sendiri didirikan sejak 1961, yang mana pada peringatannya hari ini merupakan hari jadi Pramuka yang ke-60. Pramuka memiliki tingkatan kaderisasi yang cukup struktural dan lintas generasi.
Seperti, Pramuka Siaga (7–10 tahun), Pramuka Penggalang (11–15 tahun), Pramuka Penegak (16–20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Lalu ada anggota lain yang meliputi Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.
Di tahun 2021 ini, Hari Pramuka mengangkat tema “Berbakti Tanpa Henti”. Narasi ini disampaikan dari Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, yaitu Komjen Pol. (Purn) Drs. Budi Waseso. Konotasi dari tema ini adalah untuk seluruh anggota Pramuka tetap harus berbakti dan gotong royong dalam membantu sesama di masa pandemi Covid-19.
Pramuka memang erat hubungannya dengan pendidikan di Indonesia. Sejak jenjang SD, siswa sudah diperkenalkan dengan simbol-simbol, salam, nilai, dan pendidikan berbasis Kepramukaan. Pramuka lahir sebagai wadah aktualisasi bagi siswa dalam membentuk karakter, akhlak, watak, dan budi pekerti. Terakhir, selamat Hari Pramuka ke-60. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi