Minggu, 7 Juni 2026, pukul : 06:11 WIB
Surabaya
--°C

Penjual Nasi Pecel yang Kaya Hati, Ini Kisah Salah Satunya

KEMPALAN: Banyak orang kaya yang sebenarnya, yang tergerak membantu sesama selama masa pandemi Covid-19. Membantu sesama dalam menghadapi kesulitan hidup, karena pekerjaan yang biasa dijalaninya itu terhalang oleh kebijakan PPKM.

Kebijakan PPKM ini ibarat buah simalakama. Tidak mampu mengenakkan semua pihak, tapi kebijakan ini harus diambil. Maka kebijakan itu berdampak khususnya pada pekerja kelas menengah dan bawah. Pilihan yang tidak mengenakkan semua pihak, itu dimaksudkan untuk melawan pergerakan Covid-19.

Senang melihat mereka yang berkecukupan tergerak untuk menyisihkan sedikit harta yang dipunya untuk kemaslahatan sesama. Bantuan untuk mereka yang mesti isoman di rumah, tiada henti diberikan oleh relawan yang muncul dengan menjamin pasokan makanannya 3 kali sehari.

Tidak sedikit pula pengusaha yang perusahaannya membantu Pemerintah Daerah bermacam kebutuhan yang sekiranya dibutuhkan. Setidaknya bantuan itu sedikit banyak turut membantu pengadaan berbagai kebutuhan yang dibutuhkan dalam masa pandemi.

Tidak melihat besaran nominal yang diberikan, tapi kepedulian masyarakat membantu sesama itu yang menakjubkan. Masyarakat bahu membahu membantu dengan caranya masing-masing, dan tentu sesuai kemampuannya. Sekali lagi, ini upaya mulia membanggakan.

Berita-berita tentang munculnya para relawan yang tak kenal lelah, seolah bekerja hanya untuk membantu sesama ini kita dengar. Decak kagum atas laku mulia itu bisa kita dengar setiap hari, bahkan setiap saat. Laku kreativitas para relawan itu sepertinya beragam, dan seolah saling menutup apa yang belum disasar atau dikerjakan pihak lain.

BACA JUGA  Belajar dari Fatimah Al Fihri Maroko, Merancang Keabadian ICMI: Dari Kumpulan Cendekiawan Menuju Warisan Peradaban

Lebih membanggakan lagi, bahwa para relawan itu bekerja tanpa melihat latar belakang siapa yang akan dibantu, baik etnis, golongan dan agama dari mereka yang akan dibantunya. Semua dibantu jika itu perlu dibantu.

Sunarsih Berhati Mulia

Kisah Sunarsih (63 tahun) dalam beberapa hari ini menyita pemberitaan. Ia memang “orang kaya” sebenarnya, meski hanya penjual nasi pecel di wilayah kota Probolinggo.

Pagi itu ia bergegas menuju Kantor Pemerintah Kota Probolinggo, sambil membawa celengan plastik. Ia akan menyerahkan isi celengan itu untuk penanganan Covid-19 lewat Pemkot. Ia diterima Wali Kota, Hadi Zainal Abidin.

Ia serahkan celengan itu, dan lalu dibuka dan dihitung bersama. Uang recehan seribuan mendominasi isi celengan itu, ada beberapa lembar Rp5 ribuan, dan 2 lembar Rp100 ribuan. Jumlah uang itu Rp1.271.000.

Ibu Sunarsih bersama Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin.

Ibu Sunarsih menabung uang itu lebih dari setahun lalu, jika uang itu terkumpul ia niatkan untuk biaya umroh. Tapi karena pandemi yang belum selesai dan perjalanan umroh yang entah kapan akan dimulai lagi, maka ia putuskan uang yang ditabungnya itu untuk membantu penanganan pandemi.

BACA JUGA  Setelah Copot Kepala BGN, Copot Kepala Polri, Dong…!

Nilai uang yang diserahkan pada Pemkot tentu bukan nilai nominal yang besar. Tapi buat si penjual nasi pecel, Sunarsih, uang itu tentu besar sekali. Dikumpulkan dalam waktu yang panjang, dan ia ikhlaskan disumbangkan saja uang itu untuk yang menurutnya lebih penting.

Sunarsih hanya salah satu “orang kaya” yang sebenarnya, yang melakukan perbuatan mulia. Tentu masih banyak manusia berhati mulia lainnya, yang melakukan hal sama dan yang tidak terekspos media. Mereka itu tentu bukan saja yang cuma membantu dengan uangnya, tapi juga membantu dengan tenaganya.

Bahu membahu saling membantu di masa pandemi ini, tidak cuma dilakukan pengusaha besar dengan nilai nominal uang besar, tapi juga penjual pecel yang kaya hati menyumbangkan tabungan setahunnya tak tersisa.

Rakyat negeri ini tampak berjalan dengan nuraninya, meski carut-marut pemimpin negeri di tingkat pusat dan daerah tampak amburadul dalam penanganan pandemi Covid-19. Rakyat tidak terpengaruh dengan apa yang ada, tapi tetap berjalan mulus dengan apa yang bisa diikhtiarkan. Alhamdulillah sih... (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.