KEMPALAN: BENARKAH wilayah situs bersejarah Kerajaan Majapahit di Jalatunda –tepatnya berlokasi di desa Seloliman kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto (Jawa Timur)– masih mempunyai kedahsyatan kekuatan supranatural?
Pertanyaan tersebut menggelitik Ki Wibowo, spiritualis muda di Jombang, untuk memberikan jawaban. “Percaya atau tidak, tetapi saya sering melihat seekor ular yang memakai mahkota di kepalanya,” kata Ki Wibowo, di sela-sela ‘Doa Bersama Lintas Agama, Ikhtiar Anak Bangsa untuk Indonesia’ di Jalatunda, Rabu siang (11/8).
Tubuh ular bermahkota tersebut, lanjut Ki Wibowo, melingkari atas pemandian Jalatunda yang dipercaya sebagai tempat mandi dan berenang para putri bangsawan Majapahit. Konon, siapa pun yang mandi di permandian tersebut akan lebih awet muda.
Itulah sebabnya Ki Wibowo berpendapat kawasan Jalatunda memang wingit. “Secara spiritual, saya beberapa kali diberi tombak dan keris pusaka dari sana. Tetapi karena saya merasa tidak membutuhkan pusaka-pusaka tersebut, maka benda-benda itu saya kembalikan lagi ke sana,” jelasnya.
Ki Polo Jolotundo, salah seorang sesepuh Jalatunda, juga sangat meyakini Jalatunda penuh dengan nuansa magis. “Kekuatan gaibnya sangat terasa kuat. Lebih-lebih di area yang sering digunakan oleh banyak orang untuk bertapa,” katanya, serius.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Windu dan Gatot Hartono. “Di Jalatunda berkumpul kekuatan alam dan para leluhur Majapahit,” kata kedua spiritualis ini. “Yang paling terasa wingit, ya di pemandiannya ,” ucap Windu.
Gatot beranggapan, banyak pusaka-pusaka ampuh peninggalan Majapahit yang terpendam di Jalatunda. “Boleh-boleh saja orang awam beranggapan Jalatunda tidak lebih dari kawasan wisata saja. Tetapi di mata saya, di Jalatunda itulah tempat berkumpulnya kekuatan pusaka leluhur dan alam Gunung Penanggungan,” papar spiritualis dari Mojokerto ini.
Leon Wangsit Wingit, spiritualis dari Malang, merasakan getaran magis yang dahsyat di area sebelum tanjakan menuju ke pendopo Jalatunda. “Ada sosok perempuan bangsawan yang akan menyambut kehadiran pengunjung,” katanya.
Wajib Diprioritaskan
Leon berpendapat Pemerintah Daerah setempat seyogyanya memberikan prioritas pembangunan di Jalatunda. “Tempat pelayanan publiknya harus dikembangkan. Toilet, misalnya, perlu dibangun lebih besar dan komplet. Jadi, pengunjung merasa nyaman jika berada di sana, karena fasilitas umumnya memang sangat baik,” jelas Leon.
Selain itu, warga dan seluruh komponen di Jalatunda wajib memiliki mental sebagai tuan rumah yang baik bagi
wisatawan di sana. “Pada akhirnya masyarakat setempat harus paham, bahwa Jalatunda adalah sebuah aset wisata religius yang sangat potensial untuk mendukung kehidupan sosial masyarakatnya,” papar Leon.
Selain itu Leon menyoroti belum adanya suvernir yang berkualitas khas Jalatunda yang dijual di lokasi wisatanya. “Selama mutu dan harganya terjangkau, tentu akan diminati pengunjung,” kata dia.
Ki Wibowo, Windu dan Gatot juga menuntut pemerintah agar memberikan perhatian ekstra di Jalatunda. “Ini sebuah lokasi wisata spiritual yang sangat keren. Kondisi alamnya bagus, sehingga berpeluang besar untuk berkembang dan dibanjiri pengunjung,” komentar mereka bertiga. Sulaiman

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi