Minggu, 19 April 2026, pukul : 16:08 WIB
Surabaya
--°C

Prihatin Tingginya Meninggal karena Covid-19, PCNU Sidoarjo Siapkan 1000 Relawan Pemulasaraan Jenazah

SIDOARJO-KEMPALAN : Semakin tingginya kematian karena Covid-19 di Sidoarjo dan umumnya di Indonesia, Menjadikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo ikut prihatin. Keprihatinan ditunjukkan PCNU Sidoarjo dengan membuat terobosan, yakni membentuk relawan pemulasaraan jenazah korban Covid-19.

Hal tersebut dilakukan PCNU Sidoarjo sebagai bentuk kepedulian organisasi Islam terbesar di Indonesia itu, untuk membantu warga dan rumah sakit-rumah sakit yang kekurangan tenaga pemulasaraan jenazah Korban Covid-19 dan harus dirawat sesuai dengan syariat Islam.

Adanya ide brilian tersebut langsung diungkapkan oleh ketua satgas Covid-19 PCNU Sidoarjo Zaenal Abidin dalam kegiatan Diklat atau Pelatihan Tajhiz al-Janazah (Pemulasaraan Jenazah) Covid-19 yang diikuti utusan dari berbagai unsur termasuk Kaur Kesra kelurahan dan desa sewilayah Sidoarjo pada minggu 08/08/2021 di kantor Majelis Wilayah Cabang NU Buduran Sidoarjo.

Tim ahli dari PCNU Sidoarjo sedang memberikan pelatihan kepada peserta relawan pemulasaraan jenazah Covid-19 di kantor Wilayah Cabang NU Buduran Sidoarjo

Dalam kesempatan itu Ketua Satgas Covid-19 PCNU Zaenal Abidin menyatakan semakin banyaknya umat Islam yang meninggal dunia karena Covid-19 menjadikan sejumlah rumah sakit di Sidoarjo kewalahan dalam melakukan pemulasaran jenazah secara syariat Islam, terutama proses pemandian dan mengkafaninya.

“Saat ini hampir tidak ada ilat yang membolehkan jenazah covid tidak dimandikan, jadi hukumnya fardlu ain,” kata Kyai Zainal.

Lebih lanjut dijelaskan, penyiapan relawan pemulasaraan jenazah Covid-19 ini merupakan perwujudan tanggung jawab NU terhadap jenazah-jenazah korban covid yang harus dirawat dan diurus sesuai dengan syariat Islam.

“Relawan-relawan yang disiapkan kurang lebih 1000 itu, sebelum diterjunkan di lapangan di didik dan dilatih oleh tanaga profesional dari NU serta dibekali dengan berbagai kemampuan dan fasilitas pengamanan yang memenuhi standar protokol kesehatan (prokes) sehingga terjamin keamanan dan keselamatannya,” ujarnya.

Hal senada juga ungkapkan Ketua MWCNU Buduran sidoarjo KH Zakky Mubarok. Sebagai bentuk kepedulian NU terhadap kemaslahatan umat jadi tidak ada salahnya jika NU membantu pemerintah dan warga masyatakat menyiapkan relawan untuk pemulasaraan jenazah secara Syariat Islam. (Ambari Taufiq)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.