SURABAYA-KEMPALAN: Satu persatu Dampak dari PPKM (Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat) Level 4, yang merupakan kepanjangan dari PPKM Darurat, yang terus diperpanjang, membuat para pedagang menjerit dan bahkan tidak sedikit dari mereka gulung tikar atau menutup usaha dagangan mereka, dikarenakan tidak mampu menutupi biaya biaya pengeluaran yang lebih tinggi dari pemasukanya.
Seperti yang dirasakan para pedagang di Sentra Wisata Kuliner (SWK) jalan Urip Sumoharjo Kota Surabaya .
“Awal mula para pedagang disini ada sekitar 60 pedagang yang berjualan disini, dan hari ini semenjak adanya Covid 19 dan PPKM darurat yang terus diperpanjang pedagang berkurang menjadi 20 stand yang tersisa,” ujar Suhardi selaku pengelola Sentra Wisata Kuliner Urip Sumoharjo Kota Surabaya kepada Kempalan.com, Senin ( 2/08)
Kebanyakan dari mereka yang tumbang menyesalkan tidak adanya kebijakan dari pemerintah kota terkait retribrusi, PLN, dan Air selama PPKM darurat ini, harusnya ada keringanan retribusi yang sedikit banyak dapat mengurangi beban para pedagang, imbuhnya
Dengan situasi yang seperti ini, para pedangang yang tetap berjualan sangat mengutamakan protokol kesehatan, dengan harapan para pelanggan mau datang dan tidak takut lagi untuk makan di stand stand makanan mereka, ujarnya
Semoga dengan ini pemerintah kota, Dinas UMKM dan Koperasi Kota Surabaya khususnya selaku pengelola mampu memberi solusi tentang keresahan para pedagang, terkait dengan PPKM yang terus diperpanjang, harapnya. (femal)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi