WASHINGTON-KEMPALAN: Pakar penyakit menular terkemuka AS Dr. Anthony Fauci mengatakan pada Jumat (30/7), dirinya berharap pembuat undang-undang pada bulan depan dapat mulai memberikan persetujuan penuh untuk vaksin COVID-19, sebuah langkah yang dia katakan dapat memacu orang Amerika yang tidak divaksinasi untuk mendapatkan suntikan.
Vaksin dua dosis Pfizer/BioNTech dan Moderna serta vaksin satu dosis Johnson & Johnson saat ini sedang diberikan, di bawah izin penggunaan darurat, oleh Food and Drug Administration (FDA) AS.
Fauci mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Reuters, bahwa persetujuan penuh oleh FDA dapat mendorong lebih banyak orang Amerika untuk mendapatkan vaksin COVID-19 karena dapat mengurangi ketakutan mereka tentang keamanan suntikan dan membuat pejabat lokal lebih nyaman dalam menerapkan mandat vaksin.
Selain itu, persetujuan resmi FDA akan memberikan dokter kemampuan untuk meresepkan dosis ketiga vaksin kepada orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah secara off-label, kata Fauci.
“Mengingat apa yang telah kita lalui sekarang dan beberapa bulan yang telah berlalu sejak (otorisasi penggunaan darurat), saya berharap bahwa dalam periode waktu yang sangat wajar di masa depan kita akan melihatnya. Saya berharap ketika kita masuk ke pertengahan Agustus kita akan sampai (target),” kata Fauci seperti yang dikutip Kempalan dari Reuters.
“Jika kita mendapatkan 100 juta orang di negara ini yang berhak divaksinasi yang belum divaksinasi, itu adalah jawaban dari masalah tersebut,” tuturnya seraya menambahkan apabila orang-orang tidak divaksin maka angkanya akan terus meningkat.
FDA mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat bahwa agensi tersebut bergerak secepat mungkin pada pendaftaran Pfizer-BioNTech. FDA mengatakan telah memindahkan personel dan sumber daya teknologi dan memprioritaskan kegiatannya untuk menyelesaikan peninjauannya mengingat lonjakan kasus. STAT melaporkan langkah FDA sebelumnya pada hari Jumat.
Fauci mengatakan dia berharap untuk mulai melihat data tentang seberapa baik vaksin bekerja pada anak-anak berusia 11 tahun ke bawah “saat kita memasuki musim gugur.” Sementara hanya vaksin Pfizer yang boleh digunakan pada remaja berumur 12 hingga 18 tahun.
Si pakar penyakit menular menambahkan, FDA mungkin mengharuskan produsen vaksin untuk memperluas akses ke suntikan COVID-19 kepada anak-anak yang lebih muda melalui proses persetujuan penuh, daripada proses otorisasi penggunaan darurat (EUA) yang lebih cepat yang digunakan untuk membersihkan suntikan pada remaja dan orang dewasa. (Reuters, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi