Jumat, 15 Mei 2026, pukul : 10:57 WIB
Surabaya
--°C

Tim Olimpiade Pengungsi, Simbol Harapan dan Solidaritas

TOKYO-KEMPALAN: Pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada bulan Oktober 2015, dihadapkan dengan krisis pengungsi global yang telah menyebabkan jutaan orang di dunia mengungsi,  Presiden Internasional Olympics Comitte, Thomas Bach, mengumumkan pembentukan Tim Olimpiade Pengungsi  – yang pertama dari jenisnya – untuk mengikuti Olimpiade Rio 2016.

Melansir dari Olympics, Proyek unik ini menunjukkan komitmen IOC untuk berdiri bersama pengungsi dan mendukung mereka melalui olahraga, dan juga menunjukkan bagaimana Solidaritas Olimpiade, melalui Program Dukungan Atlet Pengungsi, membantu atlet pengungsi tidak hanya untuk berlatih dengan tujuan lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 tetapi juga untuk melanjutkan karir olahraga mereka dan membangun masa depan mereka.

Keikutsertaan Tim Olimpiade Pengungsi pada Olimpiade Tokyo karena berkat  bekerja sama erat dengan Badan Pengungsi PBB (UNHCR), Komite Olimpiade Nasional, Federasi Olahraga Internasional dan Komite Penyelenggara Tokyo 2020.

Pada Olimpiade Tokyo nanti, Tim Olimpiade Pengungsi terdiri dari 25 Penerima Beasiswa Atlet Pengungsi dari 11 negara yang telah tinggal dan berlatih di 13 negara tuan rumah. Mereka mewakili 12 olahraga.

Empat atlet tambahan dari Proyek Pengungsi Federasi Judo Internasional melengkapi tim judo campuran, menambah jumlah anggota tim menjadi 29. Mereka akan menggunakan Akronim resmi Tim Olimpiade Pengungsi EOR, berdasarkan nama Prancis: équipe olympique des réfugiés. (Olympics, Abdul Manaf)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.