Penanganan Pandemi

Lonjakan Pandemi di Inggris, 600.000 Orang Isolasi Mandiri

  • Whatsapp
Aplikasi Covid-19 NHS.

LONDON-KEMPALAN: Lebih dari 600.000 penduduk Inggris dan Wales disuruh isolasi mandiri oleh aplikasi Covid-19 dari Badan Kesehatan Nasional (NHS). Sekitar 618.903 orang sedang menjalani isolasi mandiri, peningkatan sebesar 17 persen dari minggu sebelumnya.

Hal ini berasal dari data yang terungkap pada Kamis (22/7). Sementara itu, bisnis antara kedua negara tersebut menunjukkan kekhawatiran akan kurangnya sumber daya manusia dan layanan yang terdampak.

“Jika Anda di-ping, Anda harus mengasingkan diri. Saya tahu hal ini menimbulkan tantangan, dan kami melihat laporan kekurangan yang kami pantau, tetapi aturannya jelas dan saya pikir (aturan) itu harus diikuti,” kata Sekretaris Bisnis Kwasi Kwarteng kepada BBC.

“Kami menyadari dampaknya pada beberapa industri dan layanan dan bekerja sama dengan mereka, terutama makanan dan supermarket,” tuturnya seraya menambahkan kedua negara itu memiliki rantai pasokan makanan yang kuat dan tangguh.

Meskipun ada jaminan dari pemerintah, supermarket memperingatkan kekurangan produk karena tingginya jumlah staf yang isolasi mandiri. Salah satunya, Co-op, jaringan supermarket di Inggris, memperingatkan bahwa mereka kehabisan produk, sementara jaringan di Islandia mengatakan mungkin harus menutup beberapa toko.

Sektor lain, termasuk perawatan sosial, perhotelan, dan transportasi umum juga terkena dampak yang disebut “pingdemic” karena mereka kekurangan pekerja dan terpaksa mengurangi jam kerja untuk mengatasi kekurangan staf.

“Saya tidak ingin orang mendapat kesan bahwa setiap rak di setiap supermarket kosong – bukan itu masalahnya – tetapi kami tentu khawatir misal (terjadi) kekurangan, kami melihat rantai pasokan industri kritis dan kami (sedang) meninjau situasi itu,” kata Kwarteng. (Daily Sabah, reza hikam)

Berita Terkait