Politik Mancanegara

Lindungi Informasi Sensitif, Kepolisian Jepang Waspadai Spionase Rusia

  • Whatsapp
Kedutaan Besar Federasi Rusia di Tokyo (thetokyofiles.com).

TOKYO-KEMPALAN: Kantor kepolisian Prefektur Kanagwa, Jepang, saat ini sedang menyelidiki keterlibatan seorang pria Rusia yang bekerja sebagai perwakilan perdagangan negaranya di Jepang. Pria tersebut baru-baru ini dirujuk ke jaksa karena dicurigai melakukan penipuan komputer.

Menurut The Asahi Shimbun, Rabu (21/7), pejabat polisi prefektur Kanagawa percaya bahwa pria Rusia berusia 42 tahun itu telah memperoleh informasi sensitif dari warga Jepang berusia 70 tahun. Dalam penyelidikan polisi terungkap, pria Jepang itu telah menerima total 10 juta yen (Rp 1,2 milyar) atau lebih, tunai dari pria Rusia tersebut.

”Siapa pun yang memiliki akses ke informasi sensitif memiliki peluang menjadi sasaran,” ujar seorang pejabat senior polisi yang enggan menyebut namanya. Penyelidikan atas kasus ini, sambungnya, telah memberikan gambaran sekilas tentang teknik agen intelijen Rusia untuk mengubah Jepang menjadi kolaborator mereka.

Awalnya pada tahun 2019, ketika staf Perwakilan Perdagangan Rusia itu dicurigai telah berkolusi dengan pria Jepang guna secara ilegal memperoleh data sensitif AS dan lainnya tentang jet tempur dan radar tak berawak. Kegiatan spionase Rusia di Jepang ini berlanjut pada tahun berikutnya.

Staf Rusia tersebut diduga meminta pria Jepang itu mendaftar ke sistem yang dioperasikan oleh penyedia layanan basis data tanpa mengungkapkan niat Rusia untuk menyedot data yang diperoleh. Namun, pihak Kedutaan Besar Rusia di Tokyo menyangkal keterlibatan staf perwakilan perdagangannya.

”Kami bingung dengan laporan dari polisi Jepang yang mengatakan seorang pekerja diduga terlibat dalam kegiatan ilegal,” kata Kedutaan Besar Rusia di Jepang dalam komentar yang diposting di akun Facebook resminya beberapa saat staf terkait meninggalkan Jepang.

Beberapa penyelidik kepolisian Kanagawa mengatakan sebagian besar orang Rusia yang diduga membeli info sensitif tentang Jepang berafiliasi pada Badan Intelijen Asing (SVR) Rusia atau dengan Direktorat Intelijen Utama Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia (GRU).

SVR adalah penerus KGB, Komite Keamanan Negara Soviet. Ia melapor langsung kepada presiden Rusia dan bertugas mengumpulkan informasi tentang politik, ekonomi, sains, dan teknologi di seluruh dunia. (The Asahi Shimbun, reza hikam)

Berita Terkait