ANKARA-KEMPALAN: Para pakar menyerukan pada masyarakat untuk memastikan mereka menerima dua dosis vaksin melawan virus corona tepat waktu, menggambarkan penyuntikan itu sebagai kunci keberhasilan dalam mengalahkan penyebaran varian delta, jenis Covid-19 yang lebih menular.
“Kami melihat pertumbuhan kasus delta meskipun lambat. Kita harus mencapai kekebalan yang memadai dengan vaksinasi, sebelum musim gugur tiba,” kata Profesor Nurettin Yiyit, anggota Dewan Penasihat Ilmiah Coronavirus Kementerian Kesehatan, seperti yang dikutip Kempalan dari Daily Sabah.
Setiap musim gugur, lebih banyak orang masuk ke dalam ruangan karena suhu turun dan ini meningkatkan risiko penyakit, terutama di tempat-tempat yang tidak berventilasi baik. Setelah jeda musim panas lalu, Turki mengalami peningkatan kasus harian pada musim gugur 2020, memaksa pihak berwenang untuk memberlakukan pembatasan.
Menurut angka terbaru, jumlah kasus varian delta masih rendah di Turki. Negara ini juga menghadapi ancaman dari kasus delta plus. Kementerian Kesehatan telah mengumumkan kasus delta plus pertama awal bulan ini. Kasus harian juga mulai meningkat lagi sejak pekan lalu, melebihi 7.000.
“Tanpa vaksinasi, kita harus kembali ke masa pembatasan di mana orang tidak dapat pergi bekerja atau sekolah,” tegas Yiyit, dalam sebuah wawancara dengan Demirören News Agency (DHA).
“Varian alfa dulu mendominasi kasus dan satu dosis vaksin Pfizer-BioNTech dan dua dosis CoronaVac sudah cukup untuk mencegah infeksi alfa. Namun varian delta mengubah keadaan. Kami berada pada titik di mana orang harus memiliki dua dosis Pfizer-BioNTech dan dosis ketiga CoronaVac,” tambahnya.
Ia memperingatkan bahwa varian delta kemungkinan besar akan mendominasi kasus di Turki pada musim gugur, karena angka kasusnya sudah meningkat di negara-negara sekitarnya, seperti Rusia dan Iran. Yiyit sendiri merupakan kepala dokter di rumah sakit utama yang menangani pandemi di Istanbul.
Yiyit menunjukkan, 10% dari pasien virus corona di Rumah Sakit Dr. Feriha Öz terpapar virus corona varian Delta. Kebanyakan di antaranya adalah orang-orang yang belum divaksin atau belum mendapatkan dosis kedua vaksin.
Sementara itu, Profesor Alper Şener, anggota Dewan lainnya, mengatakan memiliki varian delta di Turki adalah “proses yang diharapkan” tetapi ia menyesalkan fakta bahwa hal itu bertepatan dengan waktu normalisasi.
Ia mengatakan orang-orang harus lebih waspada terutama selama Idul Adha dimana orang seringkali saling berkunjung ke rumah orang lain. Ia mencatat bahwa varian delta tetap beresiko bahkan di negara dengan tingkat vaksinasi yang tinggi.
“Varian delta memberikan beban infeksi tambahan dan kami harus mencegahnya. Jarak sosial adalah cara untuk mencegah infeksi. Jadi, jika Anda harus mengunjungi seseorang di rumah, singkat saja,” tegasnya. (Daily Sabah, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi