JAKARTA-KEMPALAN: Sebagai perusahaan digital berbasis layanan sosial media terbesar di dunia, Facebook diketahui sedang mengembangkan berbagai fitur inovatif untuk mengoptimalkan fungsional dan aksesbilitasnya.
Seperti pada baru-baru ini, di mana Facebook berupaya untuk mengembangkan teknologi yang unik namun sangat berguna dalam hal efisiensi. Teknologi beru ini dapat membaca pikiran manusia, yang mana dapat mengkonversi pemikiran manusia menjadi narasi teksutal.
Dalam penggarapan teknologi inovatif ini, Facebook bersinergi bersama tim dari University of California San Fransisco (UCSF). Kemudian, teknologi yang dapat membaca pikiran manusia ini oleh Facebook diberi nama sebagai teknologi “brain-to-next communication”.
Teknologi “brain-to-next communication” atau disingkat (BCIs) menjadi teknologi pertama yang dapat mendemonstrasikan perpindahan secara sistematis dari konstruksi atau ide manusia menjadi sebuah kata-kata.
Untuk mengembangkan teknologi ini, Facebook bersama tim University of California San Fransisco (UCSF) melakukan studi riset terlebih dahulu. Di mana merangkul partisipasi dari orang-orang yang kehilangan kemampuan berbicara lebih dari 16 tahun karena penyakit stroke.
Dalam penelitiannya, tim berhasil memecahkan kode sinyal otak untuk menerjemahkan pikiran pria tersebut ke dalam kata-kata. Facebook menjelaskan bahwa dia hanya perlu mencoba berbicara agar kata-kata yang mau dikeluarkan bisa muncul di layar komputer.
Riset dan penelitian yang dilakukan oleh Facebook serta tim University of California San Fransisco (UCSF), memiliki output untuk mengkreasikan sebuah instrumen BCIs yang dapat mengetik 100 kata per menit menggunakan sinyal saraf. Perlu diiketahui bahwa penelitian ini sudah dimulai sejak 2019 lalu.
TIdak hanya itu, Facebook diketahui juga memiliki skema terukur untuk mengadakan instrumen teknologi serupa dengan memaksimalkan penggunaan sinyal dari pergelangan tangan. Singkatnya, instrumen ini diaplikasikan untuk mengembangkan aktivitas seperti pengetikan dengan kecepatan tinggi berdasarkan sinyal otak. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi