BEIJING-KEMPALAN: Tuan rumah pertemuan Komite Warisan Dunia PBB tahun ini membela proposal badan tersebut untuk memberi label Great Barrier Reef sebagai “dalam bahaya/terancam punah” terhadap kecurigaan pemerintah Australia bahwa China memengaruhi temuan itu karena alasan politik.
Melansir dari APNews, Komite yang bertemu baik secara virtual dan di kota Fuzhou di China selama dua minggu ke depan, akan mempertimbangkan rancangan keputusan pada hari Jumat (23/7).
“Australia, sebagai negara anggota Komite Warisan Dunia, harus … mementingkan pendapat badan-badan penasehat dan dengan sungguh-sungguh memenuhi tugas perlindungan Warisan Dunia daripada membuat tuduhan tanpa dasar terhadap negara-negara lain,” kata Tian Xuejun, Wakil menteri pendidikan China dan presiden sesi tahun ini, pada hari Minggu (18/7).
Komite UNESCO akan mempertimbangkan untuk menambahkan situs baru ke dalam daftar Warisan Dunia, menghapus beberapa dan menambahkan yang lain ke dalam kategori dalam bahaya.
Tian, berbicara pada konferensi pers pertama sejak pertemuan dibuka Jumat (16/7) lalu, mengatakan proposal Great Barrier Reef didasarkan pada data dari Australia dan rekomendasi dari badan penasihat.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Australia Susan Ley, yang berada di Eropa melobi delegasi UNESCO agar tidak mendukung daftar dalam bahaya dan tidak segera bersedia untuk mengomentari kritik China.
Kantornya pada hari Senin (19/7) merilis sebuah laporan oleh Institut Ilmu Kelautan Australia yang didanai pemerintah yang mengindikasikan pemulihan luas terumbu karang. Pemantauan oleh lembaga tersebut menemukan tutupan karang telah meningkat selama jeda dari cuaca buruk selama setahun terakhir.
“Rilis laporan lengkap menggarisbawahi pandangan kami bahwa daftar yang diusulkan Komite Warisan Dunia tidak didasarkan pada informasi terbaru,” kata Ley dalam sebuah pernyataan.
Australia bereaksi dengan marah ketika draf itu dirilis bulan lalu.
“Keputusan ini salah. Jelas ada politik di baliknya,” kata Ley, tanpa menyebut nama China bulan lalu.
Hubungan antara kedua negara telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir, dengan Australia memblokir teknologi dan investasi China dalam infrastruktur utama, dan China menggunakan tarif dan langkah-langkah lain untuk mengurangi impornya dari Australia.
Sangat jelas jika terdapat intrik kepentingan politik antar kedua negara bahkan di ranah UNESCO sekalipun, terlebih Great Barrier Reef adalah salah satu andalan destinasi wisata Australia. (APNews, Abdul Manaf)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi