Kamis, 14 Mei 2026, pukul : 21:43 WIB
Surabaya
--°C

Macron Berpidato Masalah Covid-19, Uraikan Upaya Pemerintah Prancis

PARIS-KEMPALAN: Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan pidato yang disiarkan televisi pada Senin (12/7) malam ketika varian Delta dari Covid-19 melonjak di negara itu. Dia mengumumkan langkah-langkah lebih lanjut untuk memperlambat penyebaran varian yang lebih menular dan menguraikan rencana untuk membuat vaksinasi wajib bagi petugas kesehatan.

“Jika kita tidak bertindak hari ini, jumlah kasus akan terus meningkat,” katanya seperti yang dikutip Kempalan dari France24. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah berupaya untuk mencapai tingkat 100% vaksinasi. Sementara vaksinasi adalah hal yang wajib bagi tenaga kesehatan.

“Negara ini menghadapi dimulainya kembali epidemi yang kuat yang menyentuh semua wilayah kita,” kata Macron yang berbicara dengan latar belakang Menara Eiffel. Ia memperingatkan gelombang baru rawat inap potensial di bulan Agustus.

“Persamaannya sederhana. Semakin banyak kita memvaksinasi, semakin sedikit ruang yang kita tinggalkan untuk menyebarkan virus ini,” tambah pria yang mengalahkan Marine Le Pen dalam pemilu. Namun dia juga menyampaikan bahwa “kita harus belajar untuk hidup bersama virus.”

Melansir AP News, Macron mengatakan pemerintah akan mengumumkan keadaan darurat medis lagi mulai Selasa (13/7), yang memungkinkan pihak berwenang lebih bebas untuk memberlakukan pembatasan virus. “Segera vaksinasi!” adalah pesan umum yang ia sampaikan.

Macron mendesak mereka untuk disuntik pada 15 September, setelah itu mereka dapat menghadapi sanksi atau denda potensial. Presiden Prancis itu menambahkan, vaksinasi adalah “masalah tanggung jawab individu […] tetapi juga masalah kebebasan kita.”

Pria berumur 43 tahun itu menyatakan Tes PCR tidak lagi gratis pada musim semi nanti, kecuali jika diikuti resep dokter. Diharapkan langkah itu akan meningkatkan tingkat vaksinasi dengan mendorong orang untuk mendapatkan vaksin daripada hanya mengulangi tes Covid-19.

“Musim panas ini akan menjadi musim panas pemulihan ekonomi,” tuturnya, seraya menambahkan, ‘paspor kesehatan’, kode QR atau sertifikat yang membuktikan pemegangnya memiliki tes Covid-19 negatif, divaksinasi sepenuhnya atau baru saja pulih dari Covid-19, akan diperlukan di berbagai tempat di Prancis mulai Agustus, termasuk bar, restoran, kafe, dan pusat perbelanjaan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Prancis Olivier Véran mengatakan bahwa petugas kesehatan yang tidak divaksinasi tidak akan menerima gaji atau tidak diizinkan bekerja setelah 15 September. Dia mengumumkan kampanye vaksinasi untuk siswa sekolah menengah, sekolah menengah dan sekolah dasar akan dimulai ketika sekolah dimulai lagi pada bulan September. (France24/AP News, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.