JENEWA-KEMPALAN: Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) yang berkantor di Swiss mengatakan, mereka telah menandatangani perjanjian pembelian dengan perusahaan farmasi asal China, Sinopharm dan Sinovac guna membantu mengatasi kesenjangan dalam pasokan vaksin Covid-19 dari program COVAX.
Hal ini disampaikan GAVI dalam sebuah pernyataan pada Senin (12/7).
“Perjanjian, yang datang pada saat varian Delta menimbulkan risiko yang meningkat bagi sistem kesehatan, akan mulai membuat 110 juta dosis segera tersedia bagi peserta Fasilitas COVAX, dengan opsi untuk dosis tambahan,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dikutip Kempalan dari Anadolu Agency.
Kesepakatan baru mencakup hingga 170 juta dosis suntikan Sinopharm, dan hingga 380 juta suntikan vaksin Sinovac hingga pertengahan 2022, kata GAVI, yang menjalankan skema pembagian vaksin global COVAX dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Menurut Anadolu Agency, WHO sendiri telah memperbolehkan penggunaan vaksin dari China untuk keadaan darurat.
“Saya menyambut baik perjanjian hari ini dengan Sinopharm dan Sinovac, yang akan membuat dosis segera tersedia bagi peserta COVAX,” kata CEO GAVI Seth Berkley seraya menambahkan, hal ini adalah strategi manajemen portofolio aktif dari organisasinya guna memastikan fasilitasnya memiliki pilihan dalam kendala batasan seperti masalah pasokan vaksin.
Program COVAX, yang mendistribusikan vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah, telah berjuang untuk memenuhi komitmen awalnya. Namun, perkiraan pasokan terbaru menunjukkan bahwa pihaknya berada di jalur yang tepat untuk mengirimkan lebih dari dua miliar dosis pada awal 2022.
Hal ini bertujuan untuk mendapatkan suntikan COVID-19 ke setidaknya 20% dari populasi negara-negara termiskin di dunia. Uang untuk membeli vaksin sebagian besar disumbangkan oleh pemerintah dan badan amal Barat.
Selain Sinovac dan Sinopharm, ada sembilan vaksin dan kandidat vaksin lain yang sudah masuk dalam program tersebut. Adapun Sinovac sudah digunakan untuk vaksinasi massal di Indonesia, disamping AstraZeneca. (Anadolu Agency, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi